Jakarta, TopBusiness—PT Polychem Indonesia telah menghentikan secara permanen segmen operasi divisi polyster. Sebelumnya, untuk bisnis tersebut, ada penghentian sementara mulai 29 Maret 2022 akibat dampak Covid-19.
Dalam keterbukaan informasi untuk Bursa Efek Indonesia (17/11/2025), Wakil Presiden Direktur Polychem Indonesia, Djali Halim, mengatakan bahwa dampak tersebut berkelanjutan. Sehingga pasar downstream sangat lesu. Selain itu, ada konflik geopolitik yang diperkirakan akan berlangsung panjang, dan mengakibatkan harga minyak mentah dunia meningkat secara signifikan.
“Maka harga bahan baku ikut melonjak tajam, sedangkan di sisi lain permintaan pasar semakin lesu,” kata Djali.
Maka, via usulan direksi yang telah disetujui secara terpisah melalui keputusan sirkuler pengganti rapat dewan komisaris tanggal 14 November 2025, perusahaan tersebut memutuskan menghentikan permanen segmen usaha polyester. Hal itu karena bisnis tersebut rugi berturut-turut di beberapa tahun terakhir. Dan, tidak lagi memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan serta strategi jangka panjang.
Manajemen perusahaan itu telah melakukan berbagai upaya efisiensi dan restrukturisasi internal, namun hasilnya belum mampu mengembalikan profitabilitas segmen operasi divisi polyester tersebut.
“Oleh karena itu, penghentian kegiatan segmen operasi divisi polyester dipandang sebagai langkah strategis yang tepat untuk menjaga keberlanjutan dan kesehatan keuangan kami secara keseluruhan,” kata Djali.
Pun, Djali menjelaskan: tidak terdapat dampak hukum atas penghentian permanen segmen operasi tersebut, sebab pihaknya telah menyelesaikan seluruh kewajiban kepada karyawan mau pun ke pelanggan.
“Dan tidak terdapat dampak finansial atas penghentian permanen segmen operasi divisi polyester, sebab bisnis itu sudah tidak beroperasi sejak tahun 2022,” ia menambahkan.
