Jakarta, TopBusiness – PT Raharja Energi Cepu Tbk (kode emiten: RATU) memproyeksikan harga minyak jenis Brent di tahun 2026 melemah.
“Harga minyak diperkirakan melemah di tahun 2026, dengan harga Brent di kisaran USD 60/barel,” kata President Director Sumantri, dalam Materi Public Expose Tahunan 2025 RATU di website idx.co.id, di Jakarta, hari ini.
Dikatakan, pasokan global terutama dari non-OPEC dan shale oil AS tumbuh lebih cepat daripada permintaan. Sementara itu, pemulihan ekonomi dan aktivitas industri yang masih lambat membuat permintaan tetap tertahan.
“Harga gas bumi diproyeksikan pulih secara bertahap, didorong oleh ekspansi kapasitas LNG dan meningkatnya permintaan listrik di Asia. Namun, kenaikan harga akan terbatas karena pasokan yang melimpah dan efisiensi energi yang terus meningkat,” papar Sumantri.
Menurut IEA, permintaan minyak global diproyeksikan tumbuh 0,7% dari 103,8 MMBOPD pada 2025 menjadi 104,4 MMBOPD pada 2026. Sementara, pasokan minyak diperkirakan naik 1,2% dari 105,1 MMBOPD menjadi 106,4 MMBOPD.
Untuk permintaan gas global diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi pada tahun 2026, tumbuh 2%, didukung oleh pasokan LNG yang lebih tinggi (+7%) dan konsumsi sektor industri dan energi yang kuat, terutama di Asia.
