Jakarta, TopBusiness — PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo menetapkan dividen tunai sebesar Rp 1,5 triliun kepada pemegang saham/negara setelah menorehkan kinerja keuangan 2024 yang melonjak signifikan. Penetapan ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PTPN Group di kantor Holding PTPN III (Persero), Kamis, 20 November 2025.
Besaran dividen tersebut mencerminkan pulihnya fundamental dan hasil nyata transformasi yang dijalankan PalmCo selama dua tahun terakhir.
PalmCo pada 2024 membukukan laba bersih Rp3,76 triliun, tumbuh 49% dibanding posisi 2023 yang sebesar Rp2,53 triliun. Direktur Utama PalmCo, Jatmiko Santosa, menegaskan peningkatan agresif itu merupakan buah konsolidasi dan perbaikan menyeluruh pascarestrukturisasi PTPN.
“Tahun 2024 adalah tahun yang luar biasa bagi PalmCo. Transformasi yang kami lakukan mulai menunjukkan dampak signifikan di seluruh lini operasi dan keuangan,” ujar Jatmiko dalam keterangannya yang dikutip Jumat (21/11/2025).
Lonjakan laba tersebut ditopang perbaikan kuat pada mayoritas indikator keuangan. Arus kas operasional (AKO) menjadi sorotan dengan catatan Rp11,9 triliun, melesat 154% secara tahunan. Ini menandai kondisi likuiditas yang semakin kokoh dan ruang ekspansi yang lebih besar.
Dari sisi pendapatan, PalmCo meraup Rp38,9 triliun, terdorong peningkatan volume penjualan crude palm oil (CPO) sebesar 12,6%. Pada saat yang sama, strategi efisiensi biaya dan penataan proses bisnis berhasil mendorong profitabilitas, dengan EBITDA margin 23,37% dan net profit margin 9,64%.
“Peningkatan laba bersih 49 persen ini menunjukkan bahwa PalmCo berada di jalur yang tepat untuk menjadi pemain utama industri minyak sawit global,” kata Jatmiko.
Pengakuan Eksternal dan Kepercayaan Pasar
Perbaikan fundamental PalmCo juga diikuti peningkatan pengakuan eksternal. PEFINDO menaikkan peringkat kredit perusahaan dari Single A- menjadi Single A untuk tahun buku 2024, dengan status Sehat. Total aset perusahaan turut meningkat sekitar 9 persen.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PalmCo, Hilda Savitri, menyatakan kenaikan peringkat tersebut menjadi bukti kepercayaan investor terhadap tata kelola dan resiliensi perusahaan.
“Ini mencerminkan tata kelola yang semakin kuat serta kemampuan perusahaan menjaga momentum pertumbuhan,” ujarnya.
Memasuki 2025 dan seterusnya, PalmCo menegaskan komitmen memperkuat produktivitas dan praktik berkelanjutan. “Kami akan terus memperkuat efisiensi, mengakselerasi produktivitas, serta memperluas peran sebagai penyedia minyak sawit berkelanjutan terbesar di dunia,” tutur Jatmiko.
RUPST kali ini sekaligus menegaskan kesiapan PalmCo menghadapi dinamika industri sawit global yang semakin kompetitif, sembari memastikan kontribusi yang konsisten bagi penerimaan negara. Dividen Rp1,5 triliun yang disahkan dari laba 2024 menjadi bukti bahwa disiplin eksekusi strategi mulai membuahkan hasil konkret.
