Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi menguat hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (24/11/2025) ini, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Menguat Hari Ini.
Pasar saham AS ditutup menguat pada Jumat (21/11). Dow +1,08%, S&P 500 0,98%, dan Nasdaq 0,88%. Pasar AS ditutup menguat setelah Gubernur Fed New York, John Williams, mengisyaratkan bahwa akan ada pemotongan suku bunga lagi di tahun ini. Yield UST 10Y turun 0,51% (0,021 bps) ke 4,063%, dan USD Index naik 0,04% ke 100,2.
Pasar komoditas bergerak turun Jumat kemarin (21/11). Harga minyak WTI -0,71% ke level USD 59,14/bbl, harga minyak Brent 0,77% ke level USD 63,14/bbl, harga batubara 1,62% di level USD 112,4/ton, dan CPO 2,09% ke level MYR 4.068. Harga emas terpantau melemah 0,31% ke level USD 4.065/oz.
Bursa Asia ditutup melemah Jumat kemarin (21/11). Kospi -3,79%, Hang Seng 2,38%, Nikkei 2,40% dan Shanghai 2,45%.
IHSG ditutup melemah 0,07% ke level 8.414,4. Investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 26,4 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 232,1 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 205,7 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBCA (Rp 89 miliar), BUMI (Rp 65,3 miliar), dan ADRO (Rp 51,1 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BMRI (Rp 166,6 miliar), BRMS (Rp 119,1 miliar), dan EMTK (Rp 34,4 miliar). Top leading movers emiten GOTO, BRMS, EMTK, sementara top lagging movers emiten TLKM, BBRI, BBNI.
Pagi ini, Kospi tercatat menguat 1,63%, sementara Nikkei tidak diperdagangkan hari ini. “Kami memperkirakan IHSG bergerak menguat, didorong sentimen positif pasar AS dan regional,” demikian sebagaimana dikutip.
