Jakarta, BusinessNews Indonesia—Pertumbuhan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas, melambat di Desember 2017 dibandingkan November 2017.
Berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan pertumbuhan itu dipengaruhi oleh kontraksi operasi keuangan pemerintah pusat. Hal ini dijelaskan dalam keterangan pers pihak Bank Indonesia di Jakarta (31/1/2018).
Dijelaskan, posisi uang beredar di Rp 5.418,5 triliun atau tumbuh 8,3% (year on year/YonY) di Desember 2017. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 9,3% (YoY).
Kontraksi operasi keuangan pemerintah pusat tercermin dari pertumbuhan tagihan bersih sebesar -5,7% (YoY) pada Desember 2017, lebih rendah daripada 1,9% (yoy) pada November 2017.
Di sisi lain, kredit yang disalurkan perbankan pada akhir Desember 2017 tercatat Rp 4.763,2 triliun atau tumbuh 8,2% (YoY), lebih tinggi dibandingkan bulan November 2017 yang tumbuh 7,4% (YoY).
Sementara itu, pertumbuhan aktiva luar negeri bersih juga meningkat dari 17,2% (YoY) pada November 2017 menjadi 18,7% (YoY) pada Desember 2017.
