Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi menguat hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (8/12/2025), memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Menguat Hari Ini.
Pasar saham AS ditutup menguat pada Jumat (5/12). Dow +0,22%, diikuti S&P 500 0,19%, dan Nasdaq 0,31%. Pasar AS ditutup menguat di tengah ekspektasi pemotongan suku bunga pada pertemuan Desember. Yield UST 10Y naik 0,75% (0,031 bps) ke 4,139%, dan USD Index turun 0,06% ke 99,0.
Pasar komoditas mayoritas bergerak naik Jumat kemarin (5/12). Harga minyak WTI +0,54% ke level USD 60,08/bbl, harga minyak Brent 0,63% ke level USD 63,75/bbl, harga batubara 0,92% di level USD 109,3/ton, dan CPO 1,12% ke level MYR 4.152. Harga emas terpantau melemah 0,27% ke level USD 4.198/oz.
Bursa Asia mayoritas ditutup menguat Jumat kemarin (5/12). Kospi 1,78%, Hang Seng 0,58%, sebaliknya Nikkei -1,05% dan Shanghai +0,70%.
IHSG ditutup melemah 0,09% ke level 8.632,8. Investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 381 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 206,2 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 174,8 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan COIN (Rp 206,8 miliar), PTRO (Rp 152,8 miliar), dan IMPC (Rp 127,6 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBRI (Rp 234,4 miliar), ICBP (Rp 92,8 miliar), dan BUMI (Rp 61,7 miliar). Top leading movers emiten TLKM, BREN, BBCA, sementara top lagging movers emiten DSSA, DCII, BBRI.
Pagi ini, Kospi tercatat menguat 0,22%, dan Nikkei juga mencatatkan penguatan 0,45%. “Kami memperkirakan IHSG bergerak menguat, didorong sentimen positif pasar AS dan regional,” demikian sebagaimana dikutip.
