Jakarta, TopBusiness — Krakatau Steel Group melalui anak perusahaannya PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) resmi menandatangani finalisasi penjualan lahan seluas 26 hektare kepada Wankai Advanced Materials Indonesia, produsen PET resin terkemuka dari Tiongkok dan melaksanakan ground-breaking di lahan yang berlokasi di Kawasan Industri Krakatau (KIK) Cilegon.
Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan pabrik PET resin berkapasitas 750 ribu ton per tahun, dengan nilai investasi mencapai US$ 284 juta. Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu fasilitas PET resin terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS), Akbar Djohan, mengatakan kehadiran Wankai menandai fase penting transformasi KIK sebagai magnet investasi internasional.
“Dengan masuknya Wankai, kami berharap ini menjadi gerbang bagi lebih banyak pabrikan Tiongkok untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya di kawasan industri Krakatau,” ujar Akbar dalam keterangan persnya, Rabu (10/12/2025).
Ia menegaskan, Krakatau Steel Group kini lebih agresif memperluas basis industri pengguna baja, menarik investasi manufaktur berteknologi tinggi, serta memperkuat hilirisasi nasional.
Direktur Utama KSI, Dazul Herman, menambahkan bahwa masuknya Wankai bukan sekadar transaksi jual-beli lahan, tetapi langkah strategis dalam pembangunan ekosistem industri berorientasi ekspor.
“Penjualan lahan 26 hektare ini bukan hanya transaksi komersial, tetapi penguatan daya saing kawasan industri. Dengan infrastruktur yang lengkap dan akses logistik terintegrasi, proyek ini diyakini akan memberikan dorongan besar bagi ekonomi lokal serta menciptakan banyak lapangan kerja baru,” ujarnya.
Pabrik PET resin tersebut ditargetkan memulai konstruksi dalam waktu dekat, dengan estimasi pembangunan 1,5 tahun sebelum masuk fase operasi komersial.
Direktur & Chief Engineer Wankai New Materials Co., Ltd., Qiu Zengming, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi pertumbuhan industri yang besar, terutama untuk penguatan kapasitas PET resin di Asia Pasifik.
“Investasi ini merupakan langkah penting bagi Wankai untuk memperluas kapasitas produksi di kawasan. Kami berharap proses konstruksi dapat berjalan lancar sehingga fasilitas ini dapat segera beroperasi dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian lokal maupun rantai pasok global,” kata Qiu.
Perwakilan Kementerian Investasi/BKPM, Dedy Latip, menyatakan pembangunan pabrik ini sejalan dengan prioritas nasional untuk menarik investasi berteknologi tinggi dan berorientasi ekspor.
“Target investasi Indonesia saat ini sangat besar, dan Presiden menunjukkan optimisme kuat bahwa Indonesia akan menjadi prioritas global bagi para investor. Kami berharap investasi Wankai membawa dampak luas bagi perekonomian daerah maupun nasional,” ungkap Dedy.
Dengan masuknya Wankai ke KIK, kawasan industri milik Krakatau Steel Group kini memasuki babak baru sebagai rumah bagi manufaktur modern berbasis teknologi dan rantai pasok global, mengukuhkan Cilegon sebagai salah satu pusat industrialisasi terbesar di Indonesia.
