Jakarta, TopBusiness—Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian RI (BPSDMI Kemenperin) Doddy Rahadi menjelaskan, Program Magang Nasional terbukti mendapat antusiasme luar biasa. Hingga batch tiga, program magang nasional ini diproyeksikan menyerap lebih dari 104.000 peserta.
“Termasuk dalam angka itu adalah kontribusi dari Kemenperin dalam mencapai target yang ditetapkan pemerintah,” kata Doddy dalam keterangan resmi di Jakarta (10/12/2025).
Doddy menyampaikan, program magang ini memberikan pengalaman kerja bagi lulusan tahun pertama (fresh graduate) yang akan mendapatkan uang saku setara Upah Minimum Provinsi (UMP) di masing-masing daerah. Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapan lulusan sekaligus memerkuat ekosistem industri.
“Kolaborasi lintas kementerian dan dunia usaha menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam memastikan kebutuhan tenaga kerja industri dapat dipenuhi secara optimal,” ujarnya.
Selain itu, BPSDMI juga memerkuat penyiapan tenaga kerja terampil untuk pasar global melalui kerjasama dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Doddy mencontohkan, pelatihan yang melibatkan 200 welder dari Indonesia telah bekerja di Slovakia dengan potensi pendapatan mencapai Rp90 juta per bulan.
Doddy menilai, pekerja migran terampil harus mampu menjadi motor pembentuk wirausaha industri ketika kembali ke Indonesia.
“Kami selalu mengingatkan agar pendapatan yang mereka peroleh dikelola dengan baik dan disisihkan sebagai modal usaha ketika kembali ke tanah air,” imbuhnya.
