Jakarta, BusinessNews Indonesia—PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mengadakan affidavit kerja sama perdagangan, industri, dan layanan (Commercial, Industrial and Services Agreement /CISA) dengan Airbus Helicopters (AH).
Berlangsung di Singapore Airshow 2018 di Changi Exhibition Center (Singapura), kerja sama itu terkait pengembangan S&S.
Berdasarkan siaran pers yang diterima wartawannya majalahnya BusinessNews Indonesia (7/2/2018), termasuk di situ adalah penyiapan kemampuan MRO (maintenance, repair, and overhaul), yang merupakan kelanjutan dari CISA yang telah ditandatangani PTDI dengan Airbus di Desember 2017.
Selain itu, tercatat adanya kerja sama lain yang digelar PTDI dalam pameran kedirgantaraan itu.
Di antara itu, tentang pengadaan, pelayanan dan komersialisasi 20 unit pesawat N219 Nurtanio dengan Pelita Air Service.
Serta pengadaan 50 unit N219 Nurtanio. Ada juga, tentang pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta fasilitas kedirgantaraan di Aceh.
“Beberapa penandatanganan kerja sama yang dilakukan PTDI pada hari ini menunjukkan tingginya kepercayaan investor baik di dalam maupun luar negeri terhadap produksi atau karya anak bangsa,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno.
Adapun Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro menandaskan, bahwa berbagai inisiatif dan pengembangan tersebut merupakan upaya perseroan guna mendorong kualitas pelayanan maupun pemasaran produk untuk memberikan kepuasan bagi pelanggan dan industri dirgantara di tanah air.
“PTDI dalam perjalanannya telah menghasilkan berbagai pesawat terbang dengan skema produksi bersama dengan para mitra kerja strategis internasional,” katanya dianya.
Dianya melanjutkan, “Dengan kepercayaan dan dukungan penuh dari pemerintah, kami akan terus melakukan pengembangan dan komersialisasi terhadap produk-produk yang dihasilkan, dengan terus menekankan pada peningkatan kualitas pelayanan kepada seluruh pelanggan yang pada akhirnya juga mendorong efektivitas dan efisiensi operasional dan keselamatan penerbangan.”
