TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kantongi Rp2,79 Triliun dari IPO, SUPA Siap Agresif Salurkan Kredit Tahun Depan

Busthomi
17 December 2025 | 12:07
rubrik: Capital Market
Kantongi Rp2,79 Triliun dari IPO, SUPA Siap Agresif Salurkan Kredit Tahun Depan

Tigor M. Siahaan, Presiden Direktur Superbank, tetap akan ekspansif dalam menyalurkan kredit, terutama untuk segmen yang underbanked baik ritel dan UMKM, yang selama ini belum tersentuh oleh sektor perbankan. FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Super Bank Indonesia Tbk (IDX: SUPA) baru saja tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam aksi korporasi ini, Superbank menetapkan harga penawaran umum perdana sebesar Rp635 per saham, dan melepas 4,4 miliar saham baru. Ini setara dengan 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana saham (IPO).

Melalui aksi korporasi ini, Superbank berhasil menghimpun dana sebesar Rp2,79 triliun, yang akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis dan penguatan kapabilitas perbankan digital perseroan.

Disebutkan, dari dana IPO ini, sekitar 70%-nya akan digunakan sebagai modal kerja untuk memperkuat penyaluran kredit kepada segmen underbanked baik ritel dan UMKM, area yang menjadi fokus pertumbuhan utama Superbank.

“Sementara itu, sekitar 30% akan dialokasikan untuk belanja modal, termasuk pengembangan produk pendanaan dan pembiayaan, digital payment systems, infrastruktur teknologi informasi, penguatan sistem operasional, serta investasi jangka panjang di AI, data analytics, dan cybersecurity,” ujar Tigor M. Siahaan, Presiden Direktur Superbank, usai listing SUPA di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Disebutkan Tigor, tahun depan, Perseroan tetap akan ekspansif dalam menyalurkan kredit. Terutama untuk segmen yang underbanked baik ritel dan UMKM, yang selama ini belum tersentuh oleh sektor perbankan.

“Saat ini, capital kita sudah sangat cukup. Per hari ini (17/12/2025) sudah mencapai Rp8 triliun. Berarti kita masuk KBMI 2 (Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti). Secara kebutuhan modal kita sudah cukup, sehingga ke depan kita akan genjot loan (kredit) Superbank,” ujarnya.

Meski enggan untuk menuturkan seberapa besar laju kredit Superbank di 2026, namun Tigor yakin akan terus bertumbuh. “Loan kita terus akan growth. Hingga akhir tahun ini bisa mencapai Rp9 triliun, ini naik significan dari tahun lalu yang di angka Rp6 triliun. Dan akan terus bertumbuh di tahun depan,” tegas dia.

BACA JUGA:   Ini Saham yang Dijagokan Saat IHSG Bisa Rebound Terbatas

Kendati mengincai pasar segmen underbanked, Tigor yakin tetap  bisa menekan rasio kredit macet (NPL/non performing loan) di angka yang terkendali. Mengingat, kata dia, pihaknya memiliki kelebihan yakni mengantongi data dari eksostim bisnisnya, yakni Grab, OVO, dan lainnya.

“Sehingga kami memiliki credit scoring yang tepat. Misalkan ada tukang bakso yang tidak punya agunan ke bank lain, tapi secara data justru penjulannya bagus. Dan itu akan menjadi nasabah kita. Sehingga kami targetkan NPL-nya masih sesuai target market yang kita masuki. Mungkin gross di 2,7% hingga 2,8%, dan net di 1%,” tegas dia.

Andalkan Ekosistem

Sejak awal transformasi menjadi bank dengan layanan digital, Superbank berfokus pada kekuatan model bisnis digital-first yang memanfaatkan ekosistem digital Grab dan OVO.

Ini untuk menjangkau jutaan masyarakat Indonesia dengan hadir langsung di platform yang telah mereka gunakan dan percayai.

Strategi ini dimulai pada 2024 dengan menjadi bank dengan layanan digital pertama di Indonesia yang memberikan kemudahan bagi jutaan pengguna dan mitra Grab untuk membuka rekening, menabung, dan menggunakan rekening tersebut sebagai metode pembayaran langsung di aplikasi Grab tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.

Hal ini dilanjutkan di 2025 dengan inovasi produk tabungan berbasis ekosistem, OVO Nabung by Superbank, produk rek-wallet (rekening e-wallet) yang memungkinkan jutaan pengguna OVO menabung secara instan dan aman langsung dari aplikasi OVO mereka dengan bunga 5% per tahun, serta Kartu Untung, tabungan berbasis gamifikasi hasil kolaborasi dengan KakaoBank.

Eksekusi strategi berbasis ekosistem ini terbukti berhasil dan memberikan dampak nyata. Superbank mampu membangun kredibilitas, mempercepat adopsi, serta menyederhanakan pengalaman perbankan dalam keseharian pengguna.

Sejak peluncuran aplikasi digital pada Juni 2024, Superbank telah melayani lebih dari 5 juta nasabah, dengan tingkat engagement yang terus meningkat. Momentum ini tercermin dari pertumbuhan rata-rata jumlah transaksi harian yang meningkat lebih dari 40% pada kuartal ketiga 2025 dibandingkan periode sebelumnya, dengan lebih dari 1 juta transaksi diproses setiap harinya.

BACA JUGA:   LPS: Simpanan Bank Digital Melonjak 8.238 Persen

“Ke depan, Superbank akan memperkuat sinergi ekosistem digital Grab–OVO dan Emtek di Indonesia, serta dukungan para pemegang saham strategis lainnya, yaitu Singtel, KakaoBank, dan GXS,” ujar dia.

“Kombinasi kapabilitas teknologi, jangkauan ekosistem, dan pengalaman perbankan regional ini semakin memperkuat posisi Superbank dalam menghadirkan layanan finansial yang lebih inklusif, relevan, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Tags: bank digitalkinerja bankPT Super Bank Indonesia TbkSUPA
Previous Post

Pemulihan Jalan dan Jembatan Bencana Aceh, Kementerian PU Terus Tangani Ruas Utama agar Segera Dilalui

Next Post

TIRT Fokus Angkutan Laut, Seluruh Armada Beroperasi Penuh

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR