Jakarta, BusinessNews Indonesia—Ketua Umum Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi), Erlan Hidayat, menyatakan bahwa pihaknya di tahun anggaran 2018 ini membina PDAM yang kurang sehat. PDAM ini tersebar di seluruh Indoensia.
“Sebanyak sembilan PDAM telah menandatangani kesepakatan kerja sama antara mentor dengan perusahaan yang akan dibina. Kesepakatan ini telah ditanda tangani bertepatan dengan rapat kerja nasional di Jakarta,” tegas Erlan di Jakarta (8/2/2018).
Erlan menegaskan, pembinaan ini mencakup kepada teknis dan nonteknis. Setiap perusahaan yang akan dibina memiliki masing-masing permasalahan, tidak bisa disamakan antara perusahaan yang satu dengan lainnya.
“Ada perusahaan yang minimalis dalam manajerial yang mencakup pada pelayanan, bahkan sampai kepada sumber daya manusia (SDM). Dan untuk sektor teknis mencakup pada penanganan kebocoran,” ujar Erlan.
Lanjut Erlan, biasanya lamanya pembinaan ini tergantung dari tingkat permasalahan perusahaan tersebut. Rata-rata setiap perusahaan yang akan diberikan pembinaan tersebut biasanya lebih dari satu bidang. Untuk waktu pembinaan terkadang bisa melebihi satu tahun.
“Tingkat keberhasilan dari pembinaan ini di atas 99%, bahkan 100%. Perusahaan yang telah berhasil pembinaan ini akan terus mendapatkan pemantauan khusus, agar program pembinaan dapat terimplementasi baik,” ucap Erlan.
Dia menjelaskan bahwa seluruh biaya yang timbul akan ditanggung oleh PDAM mentor. Apabila biaya melebihi anggaran akan ditanggung oleh Perpamsi Pusat.
