Jakarta, TopBusiness—Menteri Perdagangan RI (Mendag) Budi Santoso menandatangani Persetujuan Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (Indonesia–EAEU FTA) pada Minggu 21/12/2025) di St. Petersburg, Rusia. Hal itu di sela Konferensi Tingkat Tinggi Uni Ekonomi Eurasia.
Dalam keterangan resmi, hari ini, Mendag Budi Santoso mengatakan: persetujuan ini akan menciptakan peluang perluasan pasar nontradisional di kawasan Eurasia yang memiliki populasi 180 juta penduduk dan Produk Domestik Bruto (PDB) USD 2,56 triliun.
Sedangkan bagi Eurasia, Indonesia menawarkan peluang ekonomi dengan populasi 281,6 juta penduduk dengan PDBUSD 1,4 triliun dan kelas menengah yang terus tumbuh secara eksponensial.
Perundingan Indonesia-EAEU FTA dimulai pada 2023 dan rampung dalam waktu dua tahun. Mendag Budi Santoso menilai, capaian ini merupakan hasil kerja keras, rasa saling percaya, serta komitmen kuat seluruh pemangku kepentingan. “Proses ini mencerminkan tekad bersama untuk memerkuat perdagangan di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah,” tutur dia.
Sementara itu, Kepala Komisi Uni Ekonomi Eurasia Bakytzhan Sagintayev menyampaikan, pertemuan ini membahas sejumlah isu strategis terkait mencakup sektor perdagangan, logistik, serta berbagai bidang yang mendukung penguatan kerja sama ekonomi antara dua pihak.
“Hari ini kami menandatangani dokumen penting, yaitu FTA antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia. Kami berharap, setelah perjanjian ini mulai diimplementasikan, perdagangan antara negara-negara kami dapat meningkat hingga dua kali lipat,”ujar Sagintayev.
