TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Outlook 2019, Pefindo Proyeksi Kupon Surat Utang Bakal Meninggi

Busthomi
11 December 2018 | 14:44
rubrik: Ekonomi
Keuangan Negara Bukan Hanya Utang

ilustrasi: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Seiring tingkat suku bunga yang tinggi saat ini disebut akan menjadi tantangan bagi penerbitan surat utang di Indonesia. Pasalnya, kenaikan ini berdampak terhadap suku bunga (kupon dan yield) obligasi korporasi.

Hal ini menjadi pernyataan dari Direktur Utama PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Salyadi Saputra di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Menurut Salyadi, kenaikan kupon obligasi korporasi juga akan memengaruhi kemampuan memenuhi kewajiban keuangan penerbit obligasi itu.

“Karena di saat yang sama, kenaikan kupon juga mencerminkan kenaikan risiko pemenuhan kewajiban instrumen surat utang itu,” ingat dia.

Disisi lain, katanya, langkah Bank Indonesia untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan memang untuk menjaga stabilitas di pasar keuangan dalam negeri. Namun hal itu turut mendorong kenaikan cost of fund (biaya dana) di sistem keuangan dalam negeri baik di sektor perbankan dan pasar modal.

“Akibatnya, korporasi dalam negeri diharuskan untuk melakukan beberapa strategi dalam menjaga likuiditas dan memperhitungkan berbagai kewajiban perusahaan,” jelas dia.

Sehingga dengan kondisi demikian, proyeksi dia, akan mendorong adanya kebutuhan pendanaan dari pasar modal sebagai salah satu instrumen pendanaan perusahaan melalui penerbitan surat utang.

“Terlebih bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki kebutuhan pendanaan yang semakin kompleks bersamaan dengan financial literacy yang semakin baik mendorong kebutuhan perusahaan dalam mengakses surat utang juga akan semakin tinggi,” paparnya.

Hal tersebut selanjutnya akan diterjemahkan oleh Credit Rating Agency oleh Pefindo dengan suatu peringkat atau rating tertentu.

“Sehingga Pefindo ikut mendorong perluasan dan pendalaman pasar surat utang korporasi tercermin dari posisi PEFINDO sebagai market leader di industri jasa pemeringkatan dan pioneer dalam berbagai inovasi instrumen surat utang korporasi dalam negeri,” katanya.

BACA JUGA:   DXC Percepat Pengembangan 100 Smart City

Pihaknya berharap, dengan gambaran mengenai outlook penerbitan surat utang di tahun 2019 nanti dapat bermanfaat bagi pelaku pasar modal di Indonesia.

Penulis: Tomy

Tags: pefindosurat utang
Previous Post

Konsumen Indonesia Masih Optimistis di Kuartal Ketiga 2018

Next Post

Akhir Tahun, Bulog: Pasokan dan Stabilisasi Harga Terjaga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR