Jakarta, TopBusiness – Di penghujung tahun, menjadi kebanggaan bagi Badan Standardisasi Nasional (BSN). Satu lagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) binaan berhasil menembus pasar global dengan mengekspor sebanyak 4.400 produk peralatan masak kayu (wooden kitchenware) ke Australia.
Ekspor produk dengan brand homLiv produksi PT Homliv Anugerah Tritunggal Indonesia ini ditandai dengan pelepasan secara simbolis bersama BSN dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Provinsi DKI Jakarta pada Selasa (23/12/2025) lalu, di Jakarta.
HomLiv berhasil meraih sertifikasi terintegrasi Standar Nasional Indonesia (SNI) ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu dan SNI ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan pada awal tahun 2025 dengan pendampingan oleh BSN, sebagai bukti nyata komitmen perusahaan untuk senantiasa menghasilkan produk yang berkualitas, ramah lingkungan, dan sesuai dengan harapan pelanggan.
Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Nur Hidayati dalam kesempatan ini menyampaikan, BSN memiliki kewajiban untuk membantu pelaku usaha untuk bisa meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan dan meningkatkan akses pasar dengan standar, hingga mendampingi pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan regulasi ekspor.
Menurut Nur, penerapan SNI yang selaras dengan standar internasional menjadi kunci kepercayaan dalam perdagangan global. Sertifikat ini berfungsi sebagai jaminan kualitas yang menumbuhkan kepercayaan bagi industri maupun konsumen di luar negeri terhadap produk Indonesia.
“Kami sangat mengapresiasi dan bangga ketika UKM kita bisa sukses baik di pasar nasional maupun ekspor, dan ini adalah ekspor yang menjadikan brand lokal mendunia. Kami harapkan akan tumbuh pelaku usaha lainnya yang bisa sukses ekspor, karena tentunya ini akan membantu perekonomian nasional melalui pemasukan devisa,” ujar Nur, dalam keterangan resminya, Selasa (30/12/2025).
Sementara itu, Direktur PT Homliv Anugerah Tritunggal Indonesia, Yudiana Lyn mengungkapkan bahwa ekspor ke Australia ini merupakan ekspor perdana dengan menggunakan brand homLiv setelah sebelumnya berhasil ekspor ke Jepang.
Ia juga mengucapkan rasa syukur atas dukungan yang diberikan dari berbagai pihak, diantaranya yaitu BSN, OJK, hingga DPPKUKM DKI Jakarta yang telah membantu dan membimbing dalam mengembangkan brand homLiv hingga mampu mewujudkan brand lokal menuju global.
“Dengan adanya sertifikasi SNI ini menjadikan nilai tambah bagi brand kami sehingga buyer semakin yakin dan homLiv bisa diterima di pasar internasional,” ungkap Yudiana. Diharapkan ekspor ini dapat menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk bisa meningkatkan kualitas dan memperluas akses pasarnya hingga ke kancah internasional dengan berbekal standar.
