Jakarta, BusinessNews Indonesia—Tahun 2018, Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) menyiapkan anggaran sebesar Rp 140,75 miliar untuk menunjang pengembangan tiga kawasan industri di luar Jawa. Yakni kawasan industri Sei Mangkei, Sumatera Utara; kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah; dan kawasan industri Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto, mengatakan hal itu di Jakarta (12/2/2018), dalam keterangan pers.
Pengembangan yang akan dilakukan, antara lain untuk perluasan lahan dan peningkatan keperluan operasional kawasan industri. Termasuk pula pembangunan infrastruktur, menyiapkan ketersediaan SDM, hingga peningkatan investasi.
“Upaya tersebut dilakukan guna memperbaiki iklim investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan baru,” kata dia.
Kawasan Industri Sei Mangkei, Sumatera Utara, ditargetkan mampu menarik investasi sebesar Rp 129 triliun di atas lahan seluas 1.933 hektar yang diharapkan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 83.300 orang hingga tahun 2031. Pengembangan kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) ini difokuskan untuk hilirisasi kelapa sawit, karet, dan aneka industri.
Dari luas area kawasan tersebut, pembagiannya untuk zona industri sebesar 70 persen, zona logistik 15 persen, dan sisanya untuk sektor pariwisata. Terdapat satu industri yang telah beroperasi, yaitu Unilever Oleochemical Indonesia dengan nilai investasi Rp 3,35 triliun.
Selain itu, ada tiga perusahaan lain yang akan mengisi kawasan tersebut.
Untuk kawasan industri Morowali, saat ini total realisasi investasi mencapai USD 6 miliar dengan luas lahan 2.300 hektar. Sebagian besar diisi oleh pabrik smelter berbasis nikel dengan menyerap tenaga kerja lebih dari 10.000 orang.
Sedangkan, kawasan Industri Bantaeng yang memiliki luas 3.000 hektar, diperkirakan menarik investasi sebesar USD 5 miliar, dengan Harbour Group bertindak sebagai investor.
“Selanjutnya, Kemenperin telah selesai membangun Akademi Komunitas Industri Manufaktur untuk industri logam di kawasan tersebut,” ucap Menteri Airlangga.
Menteri Airlangga pun mengatakan bahwa kampus yang dibangun di atas lahan seluas 2 hektar ini akan membuka tiga jurusan, yakni teknik elektro, teknik mesin, dan kimia analis.
Fasilitasnya, antara lain gedung akademik, ruang kelas, ruang praktik, serta peralatan industri yang memadai, serta mesin-mesin yang mendukung pembelajaran.
