Jakarta, TopBusiness — Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan pergerakan pasar yang dinamis pada perdagangan Kamis (8/01/2026), sebelum akhirnya ditutup di zona merah.
IHSG pada akhir sesi perdagangan Kamis sore terpantau melemah 0,22 persen, turun 19,34 poin ke level 8.925,47, setelah berfluktuasi sepanjang hari. Pergerakan indeks sempat menyentuh level tertinggi intraday di angka 9.002,92, namun tekanan jual akhir sesi membawa indeks pada penutupan negatif.
Pergerakan hari ini juga menunjukkan volume perdagangan yang tinggi, mencapai 55,08 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 29,02 triliun. Frekuensi transaksi tercatat 3,84 juta kali, mencerminkan tingginya aktivitas investor di pasar saham domestik.
Sepanjang hari, IHSG sempat menguat di sesi pagi dan siang, berupaya kembali menembus angka psikologis 9.000 yang menjadi sorotan pelaku pasar. Pergerakan awal hari didorong oleh sentimen positif domestik dan aksi beli investor terhadap sejumlah saham unggulan, sehingga indeks sempat mencatat penguatan hingga mendekati angka tersebut menjelang penutupan sesi kedua.
Berdasarkan rangkuman data perdagangan Kamis ini, berikut merupakan saham yang termasuk dalam rombongan top losers (penurunan persentase terbesar) di seluruh pasar seperti, VICI, ARTA, NICL, LRNA, CITY, INCO, RMKE, OBMD, MHKI, ASLI, dan INPC. Saham-saham di atas mencerminkan aksi jual yang cukup lebar di berbagai sektor seperti kesehatan, industri, keuangan, pertambangan, dan ritel pada sesi penutupan Kamis.
