Jakarta, TopBusiness – PT BPR BKK Wonogiri (Perseroda) hadir dalam sesi penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar Majalah TopBusiness secara virtual hari ini, Senin (12/1/2026). Sarti, S.E. M.M., Direktur Utama PT BPR BKK Wonogiri hadir memberikan presentasinya di hadapan dewan juri ditemani Yani Harmini, S.P., selaku Direktur Umum dan Kepatuhan dan Joko Santoso, S.E., selaku Direktur Pemasaran.
Berangkat dari visi untuk menjadi bank yang sehat, besar, mandiri, dan mampu bersaing, BPR BKK Wonogiri terus menunjukkan kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini terlihat dari strategi bisnis yang diusung perusahaan.
“(Untuk) strategi bisnis secara umum perusahaan, (yakni) menjalankan bisnis perbankan yang sehat dengan menerapkan prinsip kehati-hatian yang berorientasi pada pertumbuhan usaha untuk mendukung pendapatan asli daerah,” ujar Sarti mengawali presentasinya di hadapan dewan juri.
Lebih lanjut dikatakan bahwa tujuan didirikannya PT BPR BKK Wonogiri adalah memberikan manfaat bagi perkembangan perekonomian Daerah; memperluas akses keuangan kepada masyarakat; mendorong pembiayaan usaha mikro kecil dan menengah yang efektif, efisien, dan berdaya guna sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; melaksanakan BPR dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik; dan memperoleh laba atau keuntungan.
Fokus pada UMKM
Sebagai BUMD berbentuk perseroan daerah, PT BPR BKK Wonogiri memiliki mandat utama untuk memperluas akses keuangan masyarakat serta mendorong pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal tersebut tercermin dari komposisi pembiayaan perusahaan, di mana porsi terbesarnya disalurkan kepada sektor UMKM.
“Sebanyak 77,80% pembiayaan kami disalurkan untuk usaha UMKM atau sebesar Rp508 miliaran, dengan debitur sejumlah 10.926 (pelaku usaha). Kemudian sebesar 22,20% tersalur untuk pembiayaan konsumsi atau senilai Rp145 miliar sekian, dengan jumlah debitur 4.252 (orang),” ungkap Sarti.
Adapun dari sisi produk kredit, BPR BKK Wonogiri memiliki sejumlah produk pembiayaan, antara lain kredit umum, kredit profesi, kredit karyawan, Kredit Bersubsidi, kredit super, kredit badan usaha, kredit mikro BKK, kredit Mentari, dan kredit KRANS. Sedangkan untuk pembiayaan UMKM, BPR BKK Wonogiri menyalurkan kepada sektor perdagangan, pertanian, perindustrian, dan usaha jasa.
Kinerja
Bicara soal kinerja, perusahaan BUMD yang meraih predikat bintang 5 pada ajang TOP BUMD Awards 2025 ini tergolong memiliki kinerja yang solid. Hal tersebut seperti terlihat dari keuangan perusahaan yang tercermin dalam rasio kesehatan bank tahun 2025, dengan CAR 23,50 persen, ROA 3,98 persen, Cash Ratio 14,64 persen, BOPO 73,36 persen, serta LDR 99,53 persen. Penilaian Good Corporate Governance (GCG) tahun 2025 menempatkan perusahaan pada peringkat komposit 2 dengan predikat “Baik.”
Tidak hanya itu, Pada tahun 2025, PT BPR BKK Wonogiri mencatatkan kinerja yang melampaui rencana kerja. Dari sisi total aset misalnya, BPR BKK Wonogiri telah mencapai Rp781 miliar, atau 103,89 persen dari target, sementara dana masyarakat yang berhasil dihimpun sebesar Rp668 miliar atau 103,74 persen dari rencana.
Penyaluran kredit mencapai Rp653 miliar atau 101,70 persen dari target, dengan pendapatan usaha sebesar Rp114 miliar dan laba usaha Rp28,6 miliar, keduanya juga melampaui rencana yang ditetapkan.
Sementara dari Penilaian Good Corporate Governance (GCG) tahun 2025 menempatkan perusahaan pada peringkat komposit 2 dengan predikat “Baik.”
Inovasi Produk
Selain kinerja keuangan, PT BPR BKK Wonogiri aktif menghadirkan inovasi produk yang menyasar kebutuhan riil masyarakat. Salah satunya adalah Kredit Mentari, yang diperuntukkan bagi pedagang kecil seperti oprokan, warung, kaki lima, hingga kuli panggul pasar.
“Kredit Mentari kami rancang dengan plafon kecil, mulai Rp2 juta hingga Rp5 juta, dan bunga ringan sekitar 3 sampai 5 persen. Tujuannya agar pelaku usaha kecil benar-benar terbantu,” ungkap Sarti.
Inovasi lainnya adalah Kredit Mikro BKK dengan bunga relatif murah sekitar 9 persen per tahun, serta Kredit KrAnS (Kredit Air Bersih dan Sanitasi) yang mendukung penyediaan air bersih dan sanitasi layak bagi masyarakat.
Di sisi penghimpunan dana, perusahaan menghadirkan produk seperti Tabungan SIMPEL AYAH SUKSES, yang melibatkan peran orang tua asuh, serta Tabungan TAMADES MAPAN, sebuah tabungan berjangka yang membantu nasabah merencanakan keuangan jangka panjang, mulai dari pendidikan, ibadah, hingga kebutuhan masa depan lainnya.
Layanan Jemput Bola dan Digitalisasi
Dalam meningkatkan kualitas layanan, PT BPR BKK Wonogiri mengembangkan berbagai solusi internal dan layanan jemput bola. Program IBS Branchless memungkinkan transaksi tabungan dilakukan secara transparan dan akuntabel langsung ke nasabah.
“IBS Branchless adalah solusi bisnis untuk pelayanan jemput bola kepada nasabah penabung khususnya, sehingga di dalam IBS Branchless ini nasabah bisa bertransaksi dengan transparan, akuntabel, dan juga dengan adanya fasilitas ini kepercayaan nasabah terus meningkat,” ungkap Sarti.
Selain itu ada juga layanan Mobiling (Mobil Keliling) menjangkau sekolah, instansi, hingga pusat keramaian di Kabupaten Wonogiri.
Perusahaan juga mengembangkan sistem internal seperti BPRSIKAP (BPR Sistem Informasi Kehadiran Pegawai), SIKODA (Sistem Informasi Koreksi Data), dan SI KPI (Sistem Informasi Key Performance Indicator) untuk mendukung efektivitas manajemen dan kinerja pegawai, serta inovasi pembayaran digital melalui WARIS (Wonogiri Access QRIS).
“Kemudian inovasi di sektor tabungan, ada Tabungan SICIPTA yang diperuntukkan untuk pengusaha dan anak sekolah, kemudian ada TAMADES MAPAN yang diperuntukkan bagi nasabah umum dengan suku bunga kompetitif dan tanpa biaya administrasi. Kemudian ada TAWA (Tabungan Wajib)), yaitu tabungan bersifat wajib bagi seluruh nasabah kredit,” tandas Sarti.
Penguatan SDM dan Kepuasan Karyawan
Keselarasan antara strategi bisnis dan manajemen sumber daya manusia menjadi perhatian utama. Perusahaan menerapkan rekrutmen berbasis kompetensi, pelatihan berkelanjutan, serta sistem evaluasi kinerja berbasis KPI yang dilengkapi reward dan punishment.
Hasilnya, survei kepuasan karyawan tahun 2026 menunjukkan skor 88,04 dengan kategori puas, mencerminkan iklim kerja yang kondusif dan berorientasi kinerja.
Dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM, Direksi, Komisaris/Pengawas, Sarti mengatakan bahwa Kompetensi SDM dibentuk melalui beberapa strategi pengembangan berupa Pendidikan, Workshop, Spiritual Building, Gathering, Diklat berbasis kompetensi dan lain-lain. Sementara untuk dapat diangkat menjadi Direksi dan Dewan Komisaris, harus memiliki kompetensi Direksi dan Dewan Komisaris yang dibuktikan dengan sertifikat Kompetensi Direksi dan Dewan Komisaris. Termasuk juga harus lulus dalam Uji Kelayakan dan Kepatutan yang dilaksanakan oleh OJK.
Kontribusi
Sebagai perusahaan BUMD, BPR BKK Wonogiri didirikan dengan tujuan antara lain untuk memberikan manfaat bagi perkembangan perekonomian daerah melalui pembiayaan kepada UMKM. Efek domino dari kegiatan Perusahaan adalah Pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“UMKM yang berkembang di daerah akan memberikan kontribusi meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat yang selanjutnya akan meningkatkan daya beli masyarakat dan seterusnya sehingga Tingkat kemiskinan menurun dan Tingkat kesejahteraan Masyarakat meningkat. Pada sisi Perusahaan, produktifitas usaha melalui kegiatan usaha akan memperoleh laba dengan hasil akhir berupa setoran deviden kepada pemegang saham dalam hal ini Pemerintah Daerah,” ungkap Sarti.
Tidak berhenti sampai di situ, perusahaan juga berperan dalam meningkatkan ketahanan pangan dan air atara lain pemberian kredit pada sektor Pertanian dan pemberian kredit Krans. Untuk kredit pada sektor pertanian, Perusahaan menerapkan system angsuran Grace Period dimana pembayaran pokok kredit dilakukan pada saat panen.
Sementara untuk kontribusi dari sisi pendapatan asli daerah, apa yang diberikan BPR BKK Wonogiri kepada pemerintah daerah juga terus mengalami pertumbuhan.
“Dan (untuk) dividen yang sudah kami realisasikan adalah senilai Rp7,7 miliar atau tumbuh 10,79% dari tahun sebelumnya,” pungkas Sarti.
Editor: Busthomi
