Jakarta, TopBusiness — Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Jam Gadang Syariah menghadirkan terobosan baru dalam penguatan literasi keuangan syariah sekaligus perencanaan ibadah sejak dini melalui produk Tabungan Haji Pelajar. Inovasi ini diperkenalkan sebagai program unggulan bank BUMD Kota Bukittinggi ini dalam presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar secara daring, Selasa (13/1/2026).
Direktur Utama BPRS Jam Gadang Syariah, Feri Irawan, menjelaskan, Tabungan Haji Pelajar menjadi salah satu inovasi strategis yang lahir dari keprihatinan terhadap panjangnya masa tunggu keberangkatan haji di Kota Bukittinggi.
“Rata-rata jemaah yang berangkat haji itu usianya sudah di atas 60 tahun. Padahal masa tunggu haji di Bukittinggi saat ini mencapai 20 hingga 24 tahun sejak pendaftaran,” ujar Feri.
Inspirasi program ini muncul saat jajaran Bank Jam Gadang Syariah mendampingi Wali Kota Bukittinggi pada pelepasan jemaah haji tahun 2025. Dari diskusi santai tersebut, muncul gagasan untuk menanamkan niat berhaji sejak usia dini, khususnya kepada pelajar.
“Kenapa niat berhaji ini tidak kita munculkan sejak kecil, sejak mereka masih belajar. Sehingga ketika sudah kuliah atau bekerja, fokusnya tinggal memenuhi setoran awal haji,” kata Feri.
Melalui Tabungan Haji Pelajar, Bank Jam Gadang Syariah menyasar pelajar tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah, termasuk madrasah di bawah Kementerian Agama seperti MIN, MTs, dan MAN di Kota Bukittinggi. Program ini dirancang sebagai sarana pendidikan keagamaan sekaligus pembiasaan menabung secara terencana, disiplin, dan berkelanjutan.
Menariknya, tabungan ini tidak menetapkan batas minimal saldo maupun setoran. Pelajar diperbolehkan menabung dengan nominal sangat kecil, mulai dari Rp2.000, Rp5.000, atau Rp10.000.
“Intinya bukan di nominalnya, tapi bagaimana niat itu sudah tumbuh sejak usia dini. Kalau niat suci berhaji dihadirkan sejak kecil, insya Allah akan dimudahkan,” ujar Feri, mengutip slogan yang digunakan Bank Jam Gadang Syariah dalam sosialisasi program tersebut.
Dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan peluncuran, Tabungan Haji Pelajar mencatat respons yang sangat positif. Hingga awal 2026, jumlah rekening yang telah dibuka mencapai sekitar 15.500 pelajar, dengan total dana terhimpun hampir Rp 800 juta, meski sebagian besar setoran dilakukan dalam nominal kecil.
“Walaupun ada yang nabung Rp1.000 atau Rp2.000, akumulasinya luar biasa. Ini menjadi sumber dana murah (DPK) yang sangat potensial bagi kami di 2026,” jelas Feri.
BPRS Jam Gadang Syariah menargetkan penghimpunan dana dari Tabungan Haji Pelajar dapat mencapai Rp5–6 miliar sepanjang 2026. Program ini juga diharapkan mampu mengubah pola pikir generasi muda dalam mempersiapkan ibadah haji, sehingga ke depan warga Bukittinggi berpeluang berangkat haji di usia produktif, sekitar 40-an tahun.
Selain Tabungan Haji Pelajar, Feri juga memaparkan kinerja keuangan Bank Jam Gadang Syariah sepanjang 2025 yang seluruh targetnya tercapai bahkan melampaui 100 persen. Dana pihak ketiga (DPK) tercapai 102 persen, dengan komposisi dana tabungan yang lebih dominan dibandingkan deposito, mencerminkan keberhasilan penghimpunan dana murah.
Dari sisi transformasi digital, Bank Jam Gadang Syariah tengah memproses pengembangan mobile banking yang saat ini masih dalam tahap penilaian kesiapan IT oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bank juga telah mengadopsi berbagai inovasi berbasis teknologi, mulai dari promosi digital tanpa kertas, notifikasi transaksi melalui WhatsApp, hingga kerja sama fintech untuk layanan tarik tunai lintas bank.
Feri menegaskan, pihaknya memilih fokus pada inovasi yang sederhana namun berdampak besar dan berkelanjutan. Salah satunya melalui program pembiayaan Usaha Mikro Syariah (Usman) yang telah berjalan sejak 2020 dengan tingkat pembiayaan bermasalah (NPF) yang sangat rendah. “Inovasi kami mungkin sederhana, tapi dampaknya tidak hanya di dunia, Insya Allah juga di akhirat,” tuturnya.
Feri bahkan mengklaim Tabungan Haji Pelajar sebagai inovasi pertama yang dijalankan BUMD di Indonesia. Sejumlah daerah dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, hingga Bengkulu telah datang ke Bukittinggi untuk mempelajari dan mereplikasi program tersebut. “Ini bukti bahwa inovasi BUMD daerah juga bisa menjadi rujukan nasional,” pungkas Feri.
Tahun lalu, Bank Jam Gadang Syariah juga mengkuti ajang TOP BUMD Awards 2025 dan menyabet tiga penghargaan, yaitu TOP BUMD Awards 2025 Bintang 5, TOP CEO BUMD 2025, dan TOP Pembina BUMD 2025 untuk Walikota Bukittinggi. (AI)
