TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Stok Beras Bulog 3,36 Juta Ton, Pemerintah Pastikan Tanpa Impor

Nurdian Akhmad
13 January 2026 | 17:03
rubrik: Ekonomi
Untuk Korban Bencana, Bulog Salurkan PKBL Rp 500 Juta dan 640 Ton Beras

Gudang beras Bulog. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat stok beras yang dikelola Perum Bulog per 12 Januari 2026 mencapai 3,36 juta ton. Stok tersebut terdiri atas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekitar 3,23 juta ton dan stok beras komersial sekitar 129 ribu ton. Dengan posisi cadangan yang dinilai kuat tersebut, pemerintah memastikan kebutuhan beras nasional dapat dipenuhi tanpa melakukan impor.

Direktur Distribusi Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani, menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga di tingkat konsumen. “Fokus kami saat ini adalah menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga di tingkat konsumen,” kata Rachmi dalam keterangan pers, Selasa (13/1/2026).

Selain menjaga kecukupan cadangan, pemerintah juga terus mengoptimalkan penyaluran bantuan pangan dan intervensi pasar. Hingga 12 Januari 2026 pukul 04.01 WIB, realisasi penyaluran Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng untuk alokasi Oktober–November 2025 telah menjangkau 17,67 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) atau sekitar 96,71 persen dari total sasaran 18,27 juta PBP.

Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus menahan gejolak harga pangan.

Rachmi menjelaskan, meskipun pasokan nasional berada dalam kondisi kuat, dinamika harga di pasar tetap dipengaruhi berbagai faktor. Di antaranya kelancaran distribusi, permintaan musiman, hingga kondisi geografis di wilayah tertentu.

“Swasembada mencerminkan kemampuan negara dalam menjamin pasokan. Namun, harga di tingkat konsumen bisa berfluktuasi,” ujarnya.

Karena itu, Bapanas bersama pemangku kepentingan terkait terus memantau pergerakan harga harian di pasar. Pemerintah juga siap melakukan operasi pasar serta menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) apabila diperlukan.

BACA JUGA:   Biayai Infrastruktur Nasional, PT SMI dan Bank Mandiri Sepakati Fasilitas Kredit Rp3 T

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan capaian swasembada beras nasional pada 7 Januari 2026. Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa produksi beras sepanjang 2025 mencapai 34,71 juta ton.

Jumlah tersebut surplus sekitar 3,52 juta ton dibandingkan kebutuhan konsumsi nasional yang diperkirakan sebesar 31,19 juta ton per tahun. Pemerintah optimistis surplus produksi dan penguatan cadangan beras menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional ke depan.

Tags: bulogStok beras
Previous Post

Sepanjang 2025, Produksi Minyak Pertamina EP Tembus 27.643 Barel per Hari

Next Post

BPR Bank Tulungagung Pacu Keselarasan Sistem Manajemen SDM dengan Strategi Bisnis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR