TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BPR Bank Tulungagung Pacu Keselarasan Sistem Manajemen SDM dengan Strategi Bisnis

Agus Haryanto
13 January 2026 | 19:08
rubrik: Event
BPR Bank Tulungagung Pacu Keselarasan Sistem Manajemen SDM dengan Strategi Bisnis

Jakarta, TopBusiness — Bagi PT BPR Bank Tulungagung (Perseroda) sebuah transformasi tidak  hanya diukur dari capaian laba dan pertumbuhan aset.  Namun ada hal lainnya, yakni fokus dalam hal menyelaraskan sistem manajemen sumber daya manusia  (SDM) dengan strategi bisnis.

Di tengah dinamika ekonomi, perubahan regulasi, serta tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, pengelolaan SDM menjadi faktor penentu keberlanjutan bisnis.

Direktur Utama PT BPR Bank Tulungagung (Perseroda), Suhermin, kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2026, menegaskan bahwa peran SDM bukan sekadar pelaksana kebijakan, melainkan bagian integral dari strategi bisnis, terutama dalam mendukung pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“BPR hadir untuk melayani sektor mikro dan UMKM. Karena itu, strategi bisnis kami harus didukung oleh SDM yang memahami karakter masyarakat, pola usaha mikro, serta memiliki kepekaan sosial. Inilah yang mendasari keselarasan antara manajemen SDM dan strategi bisnis kami,” ujar Suhermin secara online melalui aplikasi rapat zoom, di Jakarta, hari ini.

Sebagai Bank Perekonomian Rakyat milik Pemerintah Kabupaten Tulungagung, BPR Bank Tulungagung menempatkan pembiayaan UMKM sebagai poros utama kegiatan usaha. Penyaluran pinjaman mikro kepada pelaku UMKM tidak hanya dipandang sebagai aktivitas bisnis, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Menurut Suhermin, keberhasilan penyaluran kredit mikro sangat ditentukan oleh kesiapan SDM di lapangan.

“Memberikan pinjaman mikro kepada pelaku UMKM tidak bisa disamakan dengan pembiayaan korporasi. Dibutuhkan pendekatan yang lebih personal, pemahaman terhadap kondisi usaha nasabah, serta kemampuan membangun kepercayaan. Semua itu hanya bisa dilakukan oleh SDM yang tepat,” paparnya.

Oleh karena itu, program pembiayaan UMKM yang dijalankan BPR Bank Tulungagung selalu diiringi dengan penguatan kapasitas karyawan, khususnya yang terlibat langsung dalam proses pemasaran, analisis kredit, dan pendampingan nasabah.

BACA JUGA:   Giri Aneka Usaha Mengikuti TOP Human Capital Awards 2025

Keselarasan antara manajemen SDM dan strategi bisnis dimulai sejak proses rekrutmen. Suhermin menegaskan bahwa BPR Bank Tulungagung menerapkan seleksi karyawan yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis mikrofinansial.

“Kami tidak hanya mencari karyawan yang memiliki kemampuan teknis perbankan, tetapi juga yang memiliki pengalaman atau minat di sektor mikrofinansial. Karakter ini penting karena sebagian besar nasabah kami adalah pelaku UMKM,” ungkapnya.

Proses rekrutmen dilakukan secara selektif dan transparan, dengan mempertimbangkan latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, serta kemampuan komunikasi dan empati terhadap masyarakat. Langkah ini bertujuan memastikan setiap karyawan mampu menjalankan perannya secara optimal dalam mendukung strategi bisnis perusahaan.

Selain kompetensi teknis, pengembangan soft skill menjadi perhatian utama manajemen BPR Bank Tulungagung. Suhermin menilai bahwa kualitas pelayanan kepada nasabah sangat ditentukan oleh kemampuan interpersonal karyawan.

“Soft skill seperti komunikasi, etika pelayanan, dan kemampuan membangun hubungan dengan nasabah adalah kunci. Karyawan BPR tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi banyak berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, perseroda secara rutin menyelenggarakan pelatihan dan workshop soft skill bagi karyawan. Materi pelatihan meliputi pelayanan prima, komunikasi efektif, manajemen konflik, serta penguatan integritas dan etika kerja.

Pelatihan tersebut tidak bersifat seremonial, melainkan dirancang sebagai proses pembelajaran berkelanjutan yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan dinamika di lapangan.

Sistem Reward dan Punishment yang Terukur

Dalam rangka mendorong kinerja optimal, BPR Bank Tulungagung menerapkan sistem penghargaan dan sanksi yang jelas dan terukur. Karyawan yang berhasil mencapai target kinerja diberikan bonus sebagai bentuk apresiasi, sementara karyawan yang belum mencapai target akan mendapatkan evaluasi dan pembinaan.

“Reward dan punishment kami terapkan bukan untuk menekan, tetapi untuk membangun tanggung jawab dan profesionalisme. Karyawan harus memahami bahwa setiap target yang ditetapkan berkaitan langsung dengan keberlangsungan perusahaan,” kata Suhermin.

BACA JUGA:   BNI Life, Kinerja Mengkilap Berkat Kedepankan GRC

Sistem ini dirancang agar karyawan memiliki motivasi untuk terus meningkatkan kinerja, sekaligus memahami konsekuensi dari setiap capaian maupun kekurangan.

Suhermin menekankan bahwa keselarasan SDM dan strategi bisnis tidak akan berjalan tanpa budaya organisasi yang kuat. Oleh karena itu, BPR Bank Tulungagung membangun budaya kerja yang menempatkan pelayanan prima sebagai nilai utama.

“Budaya organisasi adalah fondasi. Kami ingin setiap karyawan memiliki kesadaran bahwa pelayanan kepada nasabah adalah prioritas utama, tanpa mengesampingkan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan,” ujarnya.

Budaya ini ditanamkan melalui keteladanan pimpinan, internalisasi nilai perusahaan, serta evaluasi kinerja yang tidak hanya menilai aspek kuantitatif, tetapi juga sikap dan perilaku kerja.

Upaya peningkatan kompetensi SDM di BPR Bank Tulungagung dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Selain pelatihan soft skill, perusahaan juga mendorong karyawan untuk mengikuti sertifikasi profesional sesuai bidang tugas masing-masing.

Menurut Suhermin, sertifikasi profesional penting untuk memastikan bahwa kompetensi karyawan sesuai dengan standar industri perbankan.

“Dengan sertifikasi, kami ingin memastikan bahwa SDM BPR memiliki kemampuan yang teruji dan diakui. Ini juga menjadi bagian dari komitmen kami dalam menjaga kualitas layanan dan kepatuhan terhadap regulasi,” jelasnya.

Selain itu, perusahaan menerapkan mekanisme monitoring dan coaching kepada karyawan, serta melakukan evaluasi kinerja secara berkala yang disertai dengan umpan balik konstruktif.

Previous Post

Stok Beras Bulog 3,36 Juta Ton, Pemerintah Pastikan Tanpa Impor

Next Post

Ello dan Oki Rengga Puji Ledakan Bakat Seniman Sumut Lewat Strategi Desentralisasi Panggung Kreativitas Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR