Jakarta, BusinessNews Indonesia—“Penetrasi internet di wilayah urban sudah mencapai 72,41 persen sementara di wilayah urban rural (wilayah tier kedua) hampir mencapai setengah populasi yakni 49,49 persen. Namun di wilayah rural masih lebih kecil yakni 48,25 persen,” papar Sekretaris Jenderal APJII, Henri Kasyfi Soemartono, di Jakarta (20/2/2018).
Ia mengatakan, rendahnya penetrasi pertumbuhan internet di wilayah rural dan urban rural karena keterbatasan jangkauan fiber optik. “Penetrasi di urban sudah cukup tinggi tetapi bagi teman-teman yang berada di rural area dan rural urban tentu untuk menggelar fiber optik di 60 juta rumah di Indonesia, itu hampir tidak mungkin,” jelas dia.
Ke depan, kata Henry, penyelenggara jasa internet yang tergabung dalam APJII akan meningkatkan penetrasi internet melalui sarana satelit untuk mengakomodasi pengguna internet di daerah rural dan rural urban. “Hal ini bisa jadi meningkat di masa depan dengan selesainya Palapa Ring,” pungkas Henry.
Dia pun menjelaskan bahwa pertumbuhan pengguna internet di Indonesia pada tahun lalu mengalami peningkatan, meski tipis.
Dari hasil survei yang dilakukan oleh APJII di sepanjang tahun 2017, tercatat bahwa dari total 262 juta jiwa penduduk Indonesia, sebanyak 143,26 juta jiwa adalah pengguna internet.
Angka tersebut terbilang naik tipis dibanding tahun sebelumnya yaitu sebanyak 132,7 juta jiwa. Survei dilakukan di enam pulau yang dibagi dalam tiga karakter wilayah. “Yakni rural (daerah terpencil), urban rural (kotamadya dan kabupaten), dan urban (ibu kota provinsi),” kata dia.
Henry memaparkan APJII mengategorikan karakter area berdasarkan besaran gross domestic product (GDP) di suatu daerah. APJII menunjukkan penetrasi internet di wilayah urban paling besar dibanding wilayah urban rural dan rural.
Adapun sebagian besar GDP wilayah urban berasal dari sektor nonpertanian. Sementara besaran GDP wilayah urban rural tercatat seimbang yang berasal dari sektor pertanian dan nonpertanian. Sedangkan wilayah rural sebagian besar GDP-nya berasal dari sektor pertanian.
