Jakarta, BusinessNews Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini dengan penurunan tajam hingga 2,81% ke level 5.909,2. Ini adalah titik terendah sejak 4 Desember 2017. Pelemahan IHSG terjadi ditengah bursa saham kawasan regional yang diperdagangkan bervariasi.
Indeks Nikkei menguat 0,47%, indeks Strait Times naik 0,08%, indeks Kospi naik 1,1%, dan indeks KLCI (Malaysia) naik 0,02%. Sementara itu, indeks Shanghai turun 1,35%, indeks Hang Seng turun 1,06%, dan indeks SET (Thailand) turun 0,21%.
Dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), sluruh sektor rontok dengan penurunan terbesar pada sektor tambang sebesar 3,46%.
Total volume transaksi bursa mencapai 9,44 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 9,86 triliun. Ada 345 saham yang turun. Hanya ada 67 saham yang bergerak menguat dan 81 saham bergerak flat.
Hanya ada dua saham yang menguat hingga akhir perdagangan hari ini, yakni saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) yang menguat 3,11% dan PT Hanson International Tbk (MYRX) yang naik 0,72%. Saham PT BPD Jawa Barat Tbk (BJBR) bergerak flat.
Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp 1,29 triliun di seluruh pasar. Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 568,9 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 468,9 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 104,2 miliar.
Saham-saham yang masih mencatat pembelian bersih asing adalah PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) Rp 200 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 112,1 miliar, dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Rp 48,3 miliar.
Bursa Efek Indonesia akan menggelar konferensi pers sore ini pukul 18.00 merespons kondisi pasar yang anjlok dalam. Pada perdagangan sesi II Indeks Harga Saham Gabungan sempat terkoreksi hingga 3%.
Direktur Utama BEI Bapak Tito Sulistio akan memimpin secara langsung konferensi pers yang akan dilakukan di lantai 6 Tower I Bursa Efek Indonesia.
Laju koreksi IHSG tak terbendung sempat menyentuh level 5.800. Pada pertengahan sesi II koreksi IHSG mencapai 3% ke level 5.898,84.
Saham-saham dari sektor perbankan masih menjadi pemberat laju IHSG. Saham BMRI turun 7,69%, saham BBRI turun 5,14%, saham BBCA turun 1,95%, dan saham BBTN turun 10,39%.
Akumulasi jual bersih terus meningkat mencapai Rp 1,28 triliun. Sementara itu nilai transaksi tercatat mencapai Rp 7,19 triliun dengan volume 7,67 miliar saham.
