Jakarta, TopBusiness – Sepanjang 2025, pasar otomotif nasional menghadapi tekanan permintaan yang tercermin dari turunnya penjualan kendaraan roda empat, baik di tingkat nasional maupun pada pemain utama seperti Grup Astra International.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, pelemahan ini berlangsung hampir merata di seluruh merek, kecuali beberapa pemain baru yang agresif di segmen elektrifikasi.
Astra International mencatatkan penjualan wholesales kendaraan roda empat sebanyak 409.379 unit sepanjang Januari–Desember 2025. Capaian ini turun cukup dalam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 482.964 unit.
Koreksi penjualan tersebut terjadi di seluruh merek yang berada di bawah Grup Astra, baik kendaraan penumpang maupun niaga. Toyota dan Lexus yang menjadi tulang punggung penjualan Astra mencatat penjualan 251.954 unit pada 2025, turun dari 291.566 unit pada 2024. Meski demikian, kedua merek ini tetap menjadi penyumbang volume terbesar bagi grup.
Daihatsu juga mengalami tekanan dengan penjualan 130.677 unit sepanjang 2025, menurun hampir 33.000 unit dibandingkan capaian 2024 sebesar 163.302 unit. Di segmen kendaraan niaga, Isuzu membukukan penjualan 25.121 unit pada 2025, lebih rendah dibandingkan 26.379 unit pada tahun sebelumnya. Sementara UD Trucks mencatatkan penjualan 1.627 unit, turun dari 1.960 unit pada 2024.
Di tengah tekanan tersebut, penjualan kendaraan roda empat Astra menunjukkan perbaikan pada akhir tahun. Pada Desember 2025, penjualan Astra mencapai 40.952 unit, meningkat 14 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kinerja ini sejalan dengan penjualan wholesales nasional yang pada Desember 2025 mencapai 94.102 unit atau naik 27 persen secara bulanan.
Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, menyampaikan bahwa pangsa pasar mobil Astra di pasar otomotif nasional sepanjang 2025 mencapai 51 persen. “Di tengah dinamika industri otomotif nasional, Astra terus berupaya menjaga kinerja dengan menghadirkan pilihan kendaraan yang relevan dengan kebutuhan konsumen,” ujar Windy dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).
Menurut Windy, Astra tetap berkomitmen mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional secara berkelanjutan di tengah tantangan daya beli dan dinamika pasar.
Tekanan pasar juga dialami merek non-Astra. Mitsubishi mencatat penurunan penjualan dari 99.577 unit pada 2024 menjadi 97.016 unit di 2025. Honda mengalami koreksi paling tajam, dengan penjualan turun dari 94.742 unit menjadi 56.500 unit.
Suzuki relatif stabil meski turun tipis dari 66.809 unit menjadi 66.345 unit. Hyundai mencatat penurunan dari 22.361 unit menjadi 19.007 unit, sementara Wuling turun dari 21.923 unit menjadi 18.605 unit.
Di tengah tren pelemahan tersebut, Chery dan BYD justru mencatatkan pertumbuhan signifikan. Penjualan Chery meningkat dari 15.429 unit pada 2024 menjadi 19.391 unit di 2025. Sementara BYD melonjak tajam dari 15.429 unit menjadi 54.185 unit, didorong mulai dipasarkannya merek Denza di Indonesia.
Secara nasional, penjualan wholesales kendaraan roda empat sepanjang 2025 tercatat 803.691 unit, turun dari 865.362 unit pada 2024. Dari sisi ritel, penjualan mobil baru selama Januari–November 2025 mencapai 739.977 unit, lebih rendah dibandingkan 807.586 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya atau turun 8,4 persen. Data penjualan ritel Desember 2025 hingga kini belum dipublikasikan Gaikindo.
