Jakarta, TopBusiness—Kinerja PT BPR Bank Daerah Gianyar (Perseroda), Bali, terus menunjukkan tren positif. Capaian ini tercermin dari pertumbuhan aset, laba, dan kualitas kredit sepanjang 2025.
“Kami pun terus memerkuat peran mendorong ekonomi daerah,” kata Direktur Utama BPR Bank Daerah Gianyar, A.A. Gede Bagus Darma Arimbawa, dalam presentasi untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2026, melalui aplikasi Zoom (19/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Arimbawa didampingi jajaran Bank Gianyar. Itu adalah Direktur Bank Gianyar, I Dewa Gede Suparma; Kepala Bagian Bisnis Bank Gianyar, Tjok Istri Agung Pustaka Dewi; Kepala Bagian Operasional Bank Gianyar, I Kadek Sila; Pejabat Eksekutif Manajemen Risiko dan APU PPT Bank Gianyar, Ni Luh Candrawati; FAO Bank Gianyar, Ni Komang Kristianti; Kepala Sub Bagian TI Bank Gianyar, Putu Gede Oka Arimbawa.
Direktur utama tersebut pun mengatakan bahwa, bagi pihaknya, kinerja sehat menjadi prioritas.
Strategi bisnis dijalankan seiring penguatan tata kelola dan transformasi digital. Fokus utama diarahkan pada pembiayaan sektor UMK dan layanan publik.
Per Desember 2025, total aset Bank Gianyar mencapai Rp330,95 miliar. Angka tersebut meningkat dari Rp287,67 miliar pada 2024. Pertumbuhan aset mencerminkan kepercayaan masyarakat dan pemerintah daerah.
Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat signifikan. Nilainya naik dari Rp238,40 miliar pada 2024 menjadi Rp278,02 miliar pada 2025. Dana tersebut berasal dari tabungan dan deposito masyarakat.
Penyaluran kredit turut mencatatkan kenaikan. Pada 2025, kredit tersalurkan mencapai Rp122,67 miliar. Tahun sebelumnya, penyaluran kredit tercatat Rp102,64 miliar.
Dirut tersebut pun menjelaskan bahwa laba bank itu naik signifikan. Laba setelah pajak naik dari Rp2,57 miliar pada 2024 menjadi Rp4,53 miliar pada 2025.
Pendapatan bank itu pada 2025 tercatat Rp25,85 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan pendapatan 2024 sebesar Rp20,49 miliar. “Efisiensi biaya turut menjaga profitabilitas perusahaan,” kata dia.
Dari sisi kesehatan bank, rasio tetap terjaga kuat. Rasio kecukupan modal atau KPMM mencapai 45,90 persen.Sementara rasio kredit bermasalah atau NPL berada di level 1,52 persen.
Program Daerah
Bank Gianyar juga aktif mendukung program daerah. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) menjadi salah satu fokus utama. Program tersebut menyasar UMK, koperasi, dan keluarga prasejahtera.
Sepanjang 2025, penyaluran Kurda dan Kurda GAS (Kredit Usaha Rakyat Gianyar Aman Sejahtera) terus diperluas. Program ini menyediakan pembiayaan berbunga rendah berbasis APBD. Tujuannya meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat.
Arimbawa pun memaparkan tentang transformasi digital. Transformasi digital juga terus diperkuat. Bank Gianyar mengembangkan sistem layanan berbasis teknologi informasi. Inovasi ini memercepat proses kredit dan meningkatkan kualitas layanan.
Selain itu, Bank Daerah Gianyar aktif dalam literasi keuangan. Program tabungan pelajar dan inklusi keuangan terus dijalankan.
”Langkah ini mendukung pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” kata dia.
