TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kinerja Tumbuh di Tengah Tantangan, BPR Jwalita Trenggalek Perkuat Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Abi Abdul Jabbar Sidik
25 February 2026 | 14:35
rubrik: BUMD, Event
Kinerja Tumbuh di Tengah Tantangan, BPR Jwalita Trenggalek Perkuat Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Jakarta, TopBusiness – Di tengah dinamika perekonomian daerah dan tuntutan penguatan sektor keuangan lokal, kinerja Bank Perekonomian Rakyat (BPR) milik pemerintah daerah menjadi sorotan penting. Di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, PT BPR Jwalita Trenggalek (Perseroda) menunjukkan performa yang konsisten dan berkelanjutan, ditopang oleh kinerja keuangan yang solid, inovasi layanan digital, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

Sepanjang 2025, BPR Jwalita Trenggalek mencatatkan pertumbuhan signifikan pada hampir seluruh indikator utama kinerja. Total aset meningkat menjadi Rp179,39 miliar, laba tumbuh menjadi Rp2,74 miliar, serta penghimpunan dana dan penyaluran kredit tetap berada pada jalur yang sehat dan terukur. Capaian ini mempertegas posisi BPR Jwalita sebagai BUMD keuangan yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga pada fungsi sosial dan pembangunan ekonomi lokal.

Direktur Utama PT BPR Jwalita Trenggalek (Perseroda), Dwi Fraidianriani, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi strategi bisnis, penguatan tata kelola, serta keberpihakan pada kebutuhan masyarakat Trenggalek.

“Alhamdulillah, setiap tahunnya kami selalu mengikuti proses penjurian TOP BUMD dan banyak manfaat yang kami peroleh. Penjurian ini memberikan perspektif evaluasi yang lebih komprehensif bagi BPR dan industri perbankan. Karena itu, kami sangat antusias, sekaligus menjadikannya momentum untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kinerja perusahaan,” ujar Dwi Fraidianriani dalam wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang diselenggarakan Majalah TopBusiness secara daring pada Kamis (19/02/2026).

Kinerja Keuangan Solid, Rasio Kesehatan Menguat

Dari sisi kesehatan bank, kinerja keuangan BPR Jwalita Trenggalek pada posisi 31 Desember 2025 berada dalam kategori sehat sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seluruh rasio utama tercatat melampaui ambang batas minimum regulator, mencerminkan fondasi keuangan yang kuat dan berkelanjutan.

BACA JUGA:   BUMD Ini Pasok Air Bersih Sirkuit Mandalika

Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) tercatat sebesar 50,56 persen, jauh di atas batas minimal 8 persen. Tingginya rasio permodalan ini memberikan ruang yang luas bagi perseroan untuk melakukan ekspansi usaha secara prudent. Dari sisi profitabilitas, Return on Assets (ROA) mencapai 2,37 persen, menunjukkan kemampuan manajemen dalam mengelola aset produktif secara efektif.

Efisiensi operasional juga terjaga dengan baik, tercermin dari rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 83,13 persen, lebih rendah dari batas maksimum sehat. Likuiditas bank pun berada pada posisi kuat, dengan cash ratio 27,39 persen dan Loan to Deposit Ratio (LDR) 85,20 persen, menandakan keseimbangan optimal antara penghimpunan dana dan penyaluran kredit.

Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 4,69 persen dan NPL nett 3,28 persen, masih berada di bawah ambang batas sehat. Kondisi ini memperlihatkan kehati-hatian BPR Jwalita dalam menyalurkan kredit sekaligus menjaga kualitas portofolio pembiayaan.

Target Terlampaui, Aset dan Laba Tumbuh Konsisten

Sepanjang 2025, realisasi kinerja BPR Jwalita Trenggalek secara umum melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). Penghimpunan tabungan mencapai Rp58,25 miliar atau 114,44 persen dari target, sementara total aset terealisasi Rp179,39 miliar atau 109,18 persen dari target yang ditetapkan.

Penyaluran kredit mencapai Rp120,62 miliar atau hampir 99 persen dari target, mencerminkan kehati-hatian sekaligus keberhasilan bank dalam menjawab kebutuhan pembiayaan masyarakat. Laba bersih tahun berjalan tercatat Rp2,74 miliar atau 103,03 persen dari target.

Secara tahunan, tren pertumbuhan juga terlihat jelas. Total aset meningkat dari Rp154,08 miliar pada 2024 menjadi Rp179,39 miliar pada 2025. Laba tumbuh dari Rp2,61 miliar menjadi Rp2,74 miliar, sementara penghimpunan tabungan dan deposito masing-masing mencatatkan pertumbuhan signifikan.

BACA JUGA:   Pelangi, Layanan Pasang-Bayar Perumda Delta Tirta Sidoarjo yang Mudahkan Pelanggan

Pertumbuhan tersebut didorong oleh penguatan produk penghimpunan dana, khususnya Tabungan Simarmas melalui program Simarmas Go, Simarmas Jwalita, dan Simarmas Go Batch 2 yang berhasil menjaring lebih dari 4.500 peserta. Sinergi antar-BPR milik daerah serta kerja sama penempatan dana juga menjadi faktor penting dalam menjaga laju pertumbuhan aset.

Transformasi Digital Perkuat Layanan dan Loyalitas Nasabah

Di tengah tuntutan digitalisasi sektor keuangan, BPR Jwalita Trenggalek terus memperkuat transformasi layanan berbasis teknologi. Melalui pengembangan Aplikasi Trenggalek Access, perseroan menghadirkan layanan keuangan digital berbasis e-money yang memudahkan transaksi masyarakat.

“Digitalisasi adalah sebuah keharusan. Karena itu kami mengembangkan layanan digital melalui Aplikasi Trenggalek Access berbasis e-money. Aplikasi ini mendukung berbagai transaksi, mulai dari PPOB, transfer antarbank, QRIS, hingga pembayaran hasil pengelolaan sampah melalui Program Sangu Sampah,” jelas Dwi Fraidianriani.

Aplikasi Trenggalek Access dikembangkan melalui skema co-branding dan telah memperoleh perizinan dari OJK serta Bank Indonesia. Ke depan, aplikasi ini akan dikembangkan menjadi mobile banking yang terintegrasi langsung dengan rekening BPR, sehingga nasabah dapat melakukan cek saldo, mutasi rekening, top up, dan berbagai transaksi lainnya secara mandiri.

Transformasi digital ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat loyalitas nasabah dan memperluas jangkauan layanan, terutama bagi masyarakat di wilayah kecamatan dan desa.

Inovasi Keuangan Berkelanjutan: Dari Sampah Jadi Rupiah

Salah satu inovasi unggulan BPR Jwalita Trenggalek adalah Program Tabungan Sangu Sampah, yang mengintegrasikan inklusi keuangan dengan kepedulian lingkungan. Program ini melibatkan pelajar dan masyarakat untuk memilah sampah organik dan anorganik, yang kemudian dikonversi menjadi nilai ekonomi.

“Kami mengangkat tema Mengubah Sampah Menjadi Rupiah sebagai bentuk komitmen terhadap keuangan berkelanjutan. Sampah anorganik dikonversi menjadi rupiah, sementara kami berperan sebagai bank yang membayarkan hasil pengelolaan sampah tersebut kepada masyarakat,” ungkap Dwi Fraidianriani.

BACA JUGA:   Komitmen Tinggi dalam GRC, Brantas Abipraya Tetap Survive di Tengah Pandemi

Program ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Trenggalek menuju net zero carbon sebagaimana tertuang dalam RPJPD 2025–2045, serta mendukung penerapan keuangan berkelanjutan sesuai POJK Nomor 51 Tahun 2017.

Bank juga memiliki komitmen mendukung pembangunan ekonomi daerah. Dalam hal ini BPR Jwalita Trenggalek konsisten melayani sektor UMKM yang menyerap lebih dari 46 persen total kredit. 

Program literasi keuangan dan pembiayaan mikro tanpa agunan di pasar tradisional telah berjalan lebih dari satu dekade dan berkontribusi dalam pemberantasan praktik rentenir.

Selain itu, perseroan juga mengembangkan pembiayaan bagi Pekerja Migran Indonesia serta pembiayaan pendidikan luar negeri, sebagai bagian dari upaya menjawab kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Sebagai BUMD, BPR Jwalita Trenggalek memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari modal awal Rp20 miliar, hingga saat ini perseroan telah menyetorkan hampir Rp15 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

“Sebagai BUMD, kami berupaya memberikan manfaat nyata bagi daerah. Kontribusi terhadap PAD menjadi bagian dari komitmen kami untuk mendukung pembangunan Kabupaten Trenggalek secara berkelanjutan,” kata Dwi Fraidianriani.

Kontribusi tersebut menjadi bukti bahwa BPR milik daerah mampu tumbuh sehat, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah bagi pemerintah daerah serta masyarakat.

Tags: BPR Jwalita TrenggalekTOP BUMD Awards 2025TOP BUMD Awards 2026
Previous Post

Kejar Target Pendapatan Rp. 1,7 Trilliun, HKA Lakukan Strategi Penguatan Layanan Operasi dan Pemeliharaan Aset Tol

Next Post

Rambah Pasar Global, PGEO Targetkan Pemasangan Perdana Flow2Max di Filipina

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR