Jakarta, TopBusiness – PT Graha Prima Mentari Tbk (IDX: GRPM) menyiapkan ekspansi jaringan distribusi ke sejumlah wilayah baru, termasuk Pulau Bali, Kalimantan, dan kawasan Indonesia Timur, sebagai strategi utama mendorong pertumbuhan kinerja pada 2026.
Langkah ekspansi ini sejalan dengan upaya perseroan memperkuat bisnis distribusi fast-moving consumer goods (FMCG) di tengah meningkatnya minat investor terhadap saham GRPM.
Direktur GRPM Lili Solihah mengatakan, wilayah-wilayah tersebut dinilai masih memiliki potensi pasar yang besar, terutama untuk produk kebutuhan harian dengan permintaan yang bersifat berulang. Selain membuka area distribusi baru, perseroan juga tetap menambah principal di wilayah yang telah eksisting.
“Secara on paper, target pertumbuhan 10 persen di 2026 sangat capable untuk diraih,” ujar Lili dalam keterangan perseroan, Selasa (20/1/2026).
Momentum musiman juga menjadi penopang utama kinerja perseroan pada awal tahun. Dalam bisnis FMCG, periode Ramadan dan Lebaran merupakan kontributor signifikan terhadap volume penjualan GRPM. Sekitar 40–50 persen volume penjualan perseroan bergantung pada momen festive, khususnya pada periode Desember hingga Maret.
Dari sisi diversifikasi produk, GRPM berencana mulai mendistribusikan produk Dali Food, salah satu produsen makanan dan minuman terbesar asal China, pada awal 2026. Penambahan portofolio ini diharapkan dapat memperluas pangsa pasar sekaligus meningkatkan kontribusi pendapatan.
Ekspansi dan strategi pertumbuhan tersebut turut menarik perhatian investor. Direktur Utama PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) sekaligus GRPM, Agus Susanto, mengungkapkan bahwa perseroan telah menerima sejumlah pendekatan dari investor asing.
“Memang terdapat beberapa pendekatan dari investor asing. Saat ini kami masih mendalami setiap penawaran yang masuk dengan mempertimbangkan kepentingan dan strategi jangka panjang perusahaan,” kata Agus.
Optimisme pasar tercermin dari pergerakan saham GRPM yang mencatatkan kenaikan lebih dari 60% sejak awal 2026, dari kisaran Rp84 per saham menjadi Rp134 per saham. Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan GRPM di sektor distribusi barang konsumsi primer.
