Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 1.36%, disertai dengan net sell asing Rp1,88 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, UNTR, GOTO, BMRI, dan HRTA.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, IHSG berpotensi rebound hari ini.
“Dengan begitu, maka level Support IHSG diperkirakan di kisaran 8950-9000 dan level Resist IHSG diproyeksi di rentang 9035-9080,” ujar Fanny dalam risetnya, Kamis (22/1/2026).
Global Overnight Review
Wall Street Melonjak Usai Trump Batalkan Tarif Eropa. Indeks-indeks saham Wall Street melesat pada Rabu (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana pengenaan tarif baru terhadap Eropa terkait sengketa Greenland.
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,21%, S&P 500 menguat 1,16%, dan Nasdaq Composite naik 1,18%.
Penguatan pasar terjadi setelah Trump menyatakan telah tercapai kerangka kesepakatan dengan Eropa terkait Greenland dan kawasan Arktik.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menegaskan tarif yang semula dijadwalkan berlaku pada 1 Februari dibatalkan.
“Kami telah membentuk kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland dan kawasan Arktik. Berdasarkan pemahaman ini, saya tidak akan memberlakukan tarif yang sebelumnya direncanakan,” tulis Trump.
Sementara itu, saham teknologi memimpin kenaikan, Nvidia dan AMD mencatatkan penguatan signifikan. Saham perbankan menguat, termasuk Citigroup dan Capital One masing-masing naik sekitar 1%.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan, pemerintah tidak terlalu mengkhawatirkan gejolak pasar tersebut.
Sementara itu, Mahkamah Agung AS menunjukkan keraguan atas kewenangan Trump untuk memberhentikan Gubernur The Fed Lisa Cook.
Bursa Saham Mixed! Ancaman Tarif Trump Picu Aksi Jual. Bursa Asia mayoritas melemah pada perdagangan pagi Rabu (21/1).
Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,41%. Sedangkan, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,37%, Shanghai Composite naik 0,08% dan Kospi Korea Selatan menguat 0,49%.
Sementara itu, indeks ASX 200 Australia melemah 0,37% dan Taiex Taiwan turun 1,62%. Di sisi lain, FTSE Straits Times turun 0,39% dan FTSE Malay KLCI naik 0,40%.
Pergerakkan tersebut terdampak pelemahan Wall Street setelah Presiden AS Donald Trump meningkatkan retorika terkait Greenland, mengancam tarif baru pada negara-negara yang menolak pengalihan wilayah Denmark tersebut ke AS.
Trump mengatakan pada Sabtu (17/1), bahwa ekspor dari delapan negara Eropa akan menghadapi tarif 10% mulai 1 Februari, meningkat menjadi 25% pada 1 Juni jika pembicaraan gagal menghasilkan kendali AS atas Greenland yang kaya mineral.
Ia juga mengancam akan mengenakan tarif 200% pada anggur dan sampanye asal Prancis, menyusul laporan bahwa Presiden Emmanuel Macron tidak bersedia bergabung dengan “Dewan Perdamaian” yang diusulkannya. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: NCKL, MDKA, MBMA, VKTR, EMTK, dan CPIN
- NCKL Buy if Break 1470, dengan target dekat di 1500-1520. Cutloss di bawah 1445.
- MDKA Buy if Break 3330, dengan target dekat di 3400-3520. Cutloss di bawah 3250.
- MBMA Spec Buy dengan area beli di 775-780, cutloss di bawah 765. Target dekat di 800-830.
- VKTR Spec Buy dengan area beli di 1190-1220, cutloss di bawah 1190. Target dekat di 1250-1340.
- EMTK Spec Buy dengan area beli di 1060-1075, cutloss di bawah 1035. Target dekat di 1110-1135.
- CPIN Spec Buy dengan area beli di 4430-4450, cutloss di bawah 4430. Target dekat di 4520-4620.
