TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kemenperin Pertemukan Industri Produsen dan Pengguna Pati Ubi Kayu

Agus Haryanto
23 January 2026 | 11:02
rubrik: Business Info
Kemenperin Pertemukan Industri Produsen dan Pengguna Pati Ubi Kayu

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Perindustrian terus memacu pengembangan usaha dan peningkatan daya saing industri pati ubi kayu melalui diversifikasi spesifikasi, subtitusi impor, dan penguatan rantai pasok.

Sebagai wujud komitmen untuk memperluas pasar industri pati ubi kayu nasional, Kemenperin bersama dengan Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI) menggelar Business Matching Pati Ubi Kayu pada Kamis (22/01/2026).

Langkah ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan industri pati ubi kayu dapat dipenuhi secara optimal oleh produk dalam negeri melalui upaya mempertemukan industri produsen dengan industri pengguna dalam forum Business Matching. Inisiatif tersebut sejalan dengan salah satu key point Strategi Besar Industri Nasional (SBIN) yang berlandaskan pada Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni penguatan backward–forward linkage guna menciptakan rantai nilai industri yang terintegrasi dan efisien. Sebagai perwujudan pelaksanaan SBIN tersebut, Kemenperin mengakselerasi industrialisasi berbasis sumber daya alam melalui penguatan keterkaitan hulu–hilir pada komoditas strategis pati ubi kayu.

“Saat ini terdapat 125 perusahaan pati ubi kayu dengan tingkat utilisasi 43 persen dan telah menguasai pasar dalam negeri mencapai 79 persen. Kami optimis industri pati ubi kayu dapat ditingkatkan kembali dan mampu melakukan penetrasi pasar lebih luas lagi,” ungkap Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam sambutannya pada Pembukaan Business Matching Pati Ubi Kayu di Jakarta, dalam laman kemenperin.go.id.

Pati ubi kayu merupakan komoditas strategis dan memiliki nilai tambah yang tinggi. Komoditas ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk pangan seperti pemanis, bumbu, makanan ringan dan mie. Sementara untuk non pangan, pati ubi kayu dapat dimanfaatkan untuk produk kertas, bahan kimia, dan ethanol.

Sektor ini turut mencatatkan prestasi yang baik dengan meningkatnya nilai ekspor pati ubi kayu hingga mencapai US$ 18,7 juta pada bulan November 2025 atau naik hingga 58,34 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya.

BACA JUGA:   Kini RI Punya 34 Pabrik Aspal Buton

Namun meskipun sektor tersebut memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penguatan industri nasional, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi. Tantangan tersebut antara lain persaingan harga dan mutu dengan produk impor. “Untuk menjawab hal itu, Kemenperin mendorong penguatan sinergi antara produsen pati ubi kayu dan industri pengguna, salah satunya melalui penerapan mekanisme Neraca Komoditas (NK),” tambah Agus.

Tags: kemenperin
Previous Post

Perkuat Akuntabilitas CSR, MSI Institute Gelar Pelatihan Teknik Pengukuran SROI di Bandung

Next Post

Soal Isu Pencabutan Izin Tambang Agincourt, UNTR Sebut Belum Ada Keputusan Resmi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR