Jakarta, BusinessNews Indonesia—CEO Jas Capital, Izak Jenie, menjelaskan adanya beberapa cara perusahaan start up (rintisan) e-commerce mencari dana investasi. Yakni dana dari angle investor, modal ventura, dan IPO (initial public offering) di bursa efek.
“Nah, untuk IPO, tergolong rumit bagi perusahaan start up,” kata dia dalam diskusi Investor Outlook 2018 yang digelar situs Technobusiness.id, di Jakarta akhir pekan kemarin.
Jenie menjelaskan bahwa, berdasarkan kalkulasi Goldman Sachs, IPO memerlukan 127 langkah.
“Buat start up, memenuhi syarat aspek legal untuk IPO, terbilang rumit. Itu memerlukan proses detail,” kata dia.
Walau begitu, kalau berhasil IPO, sejumlah keuntungan didapat perusahaan start up. Antara lain, para pendiri masih memegang saham mayoritas sementara perusahaannya sudah go public.
IPO pun bisa menghasilkan perkembangan bisnis yang cepat. “Misalnya, M Cash itu saat IPO menghimpun dana publik sekitar Rp 300 miliar. Kini, nilai perusahaan itu sudah melebihi Rp 2 triliun,” kata Jenie.
