Jakarta, BusinessNews Indonesia—Donald Wihardja, partner Convergence Ventures, mengatakan bahwa bagi pihaknya, ada satu faktor vital untuk menginvestasikan dana ke perusahaan start up (rintisan) e-commerce.
“Itu adalah faktor kredibilitas para pendiri. Hal ini harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar,” kata Donald dalam diskusi Investor Outlook 2018 akhir pekan kemarin, di IDX Incubator, Jakarta.
Dia pun berkata bahwa, dalam menilai perusahaan start up yang akan dikucuri dana investasi, pihaknya tidak selalu melihat untung-rugi bisnis saat ini.
Akan tetapi, melihat prospek bisnis di masa mendatang.
Untuk memvaluasi sebuah model bisnis start up di Indonesia, pihaknya pun mengacu ke model bisnis yang serupa dari negara lain. Sebagai contoh, Traveloka di Indonesia bisa dibandingkan dengan Agoda yang asalnya dari negara lain.
Pihaknya masuk ke sebuah perusahaan start up yang dinilai berprospek bagus dengan pemilikan saham 20% sampai 30%.
Ada sebuah perusahaan start up yang dikucuri dana investasi dan di situ Convergence Venture punya saham 20% sampai 30%.
“Hasilnya, setelah enam tahun, perusahaan ini punya dua juta customer. Awalnya, ia sebuah blog e-commerce,” ucap Donald.
