
Jakarta, businessnews.id — Ekonom Senior The Indonesia Economic Intelligence, Djoko Retnadi, mengatakan bahwa pengaruh dana kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif ataupun Presiden 2014, tidak terlalu banyak ke pertumbuhan kredit konsumsi. Pengaruh tersebut lebih bersifat tidak langsung.
“Perputaran dana kampanye Pemilu lebih tertuju ke sektor yang langsung terkait,” kata dia hari ini melalui telepon.
Maka, dia menambahkan, dana Pemilu lebih langsung berefek ke sektor seperti konveksi, makanan-minuman, hiburan, dan percetakan.
Pemilu 2014, dia menambahkan, berefek positif ke sektor-sektor tersebut.
“Kalau terhadap kredit konsumsi, efek dana Pemilu perlu waktu tiga bulan. Itu setelah semua transaksi bisnis terkait kampanye Pemilu dibayar lunas.”
Jadi efek dana kampanye Pemilu 2014 terhadap pertumbuhan kredit konsumsi mungkin ada tapi tidak terlalu besar, Djoko menambahkan. (DHI)
EDITOR: DHI