Jakarta, TopBusiness – PT Trisula Textile Industries Tbk (IDX: BELL) menargetkan penguatan kinerja keuangan pada 2026 seiring membaiknya kondisi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional serta dukungan pemerintah terhadap sektor tersebut. Perseroan menyiapkan sejumlah strategi terukur, mulai dari peremajaan mesin produksi hingga pengembangan produk berbasis riset dan inovasi.
Direktur Utama BELL Karsongno Wongso Djaja mengatakan, momentum pemulihan industri TPT sejak semester II-2025 menjadi peluang bagi Perseroan untuk memperkuat fundamental bisnis pada tahun mendatang.
“Perbaikan kondisi industri ditambah dengan rencana dukungan dari pemerintah terhadap industri TPT menjadi sinyal positif bagi para pelaku industri, termasuk BELL. Momentum ini menjadi peluang bagi kami untuk memperkuat kinerja BELL di tahun 2026,” ujar Karsongno dalam public expose perseroan akhir pekan lalu yang dikutip, Senin (26/1/2026).
Untuk mendukung target tersebut, BELL akan menjalankan strategi peremajaan mesin produksi, konsistensi dalam menjaga kualitas produk, serta pengembangan produk baru berbasis riset dan inovasi. Perseroan juga menghadirkan Trisula Innovation Center sebagai fasilitas pendukung inovasi yang terintegrasi.
Optimisme terhadap kinerja 2026 turut ditopang oleh capaian kinerja positif sepanjang 2025. Hingga kuartal III-2025, BELL mencatatkan pertumbuhan laba kuartalan menjadi Rp1,16 miliar, meningkat signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar Rp234,95 juta. Kenaikan laba tersebut sejalan dengan pemulihan industri TPT pada semester kedua 2025.
Kinerja Perseroan juga didorong oleh lonjakan penjualan dari segmen seragam. Pada kuartal III-2025, penjualan seragam BELL mencapai Rp37,30 miliar, meningkat tajam dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya sebesar Rp2,74 miliar, seiring meningkatnya permintaan pengadaan seragam dari pelanggan instansi dan korporasi.
Secara keseluruhan, BELL tetap optimistis dapat membukukan pertumbuhan kinerja pada level single digit sepanjang tahun buku 2025. Menurut manajemen, capaian tersebut mencerminkan strategi Perseroan yang adaptif terhadap dinamika dan kebutuhan pasar domestik.
Terkait pergerakan harga saham, BELL menegaskan bahwa hal tersebut sepenuhnya merupakan hasil mekanisme pasar. Manajemen menyatakan fokus utama Perseroan tetap pada penguatan fundamental perusahaan.
“Nilai jangka panjang yang berkelanjutan berasal dari fundamental perusahaan yang kokoh. Oleh karena itu, fokus kami tetap pada eksekusi strategi bisnis, peningkatan efisiensi operasional, dan penciptaan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Karsongno.
