TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BCA Bidik Pertumbuhan Kredit 8–10 Persen di 2026

Nurdian Akhmad
27 January 2026 | 17:24
rubrik: Business Info
BCA Bidik Pertumbuhan Kredit 8–10 Persen di 2026

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menegaskan akan mempertahankan strategi bisnis yang sama dengan tahun lalu untuk menjaga kinerja positif pada 2026, dengan fokus utama pada pertumbuhan kredit (loan) dan dana murah (CASA). Seiring tren penurunan suku bunga, BCA akan lebih agresif meningkatkan volume transaksi nasabah.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan, kinerja positif yang dibukukan sepanjang 2025 menjadi fondasi kuat bagi strategi perseroan ke depan. Menurutnya, dinamika global maupun domestik justru membuka berbagai peluang bisnis baru yang dapat dimanfaatkan BCA.

“Seperti dilihat dari hasil 2025, kinerja kami cukup positif. Di 2026 strateginya tetap sama. Dengan tren suku bunga yang menurun, kami akan menaikkan volume dan lebih agresif mengejar bisnis nasabah agar transaksi melalui BCA semakin meningkat,” ujar Hendra dalam press conference, Selasa.

Terkait Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026, Direktur BCA Vera Eve Lim menyampaikan bahwa perseroan meningkatkan panduan (guidance) pertumbuhan kredit. Jika pada 2025 kredit tumbuh sekitar 7,7 persen, maka untuk 2026 BCA menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 8 hingga 10 persen.

“Kami lebih positif melihat perkembangan tahun ini. Mudah-mudahan pertumbuhan kredit bisa lebih cepat dibanding tahun lalu, mulai kuartal pertama dan seterusnya,” kata Vera.

Namun demikian, Vera menjelaskan bahwa margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) diperkirakan akan mengalami tekanan. Setelah menutup 2025 dengan NIM 5,7 persen, BCA memproyeksikan NIM 2026 berada di kisaran 5,4–5,6 persen, seiring dampak penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia.

Sementara itu, kualitas kredit tetap menjadi prioritas utama. BCA menargetkan rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga di kisaran 1,8–2 persen.

Perbaikan Kualitas Kredit

BACA JUGA:   Kementerian PU Pastikan Ruas Jalan Lintas Timur Sumatera Dapat Dilalui

Dari sisi manajemen risiko, Vera menjelaskan bahwa pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) meningkat secara persentase, terutama sebagai langkah kehati-hatian di segmen ritel dan konsumen, sesuai standar PSAK 71. Meski demikian, kualitas aset membaik, tercermin dari rasio loan at risk (LAR) yang turun menjadi 4,8 persen dari 5,3 persen pada tahun sebelumnya.

“LAR justru menurun di akhir tahun, menunjukkan adanya perbaikan kualitas kredit,” kata Vera.

Hendra juga optimistis terhadap prospek pertumbuhan kredit industri perbankan pada 2026. Menurutnya, peluang pertumbuhan kredit dua digit masih terbuka, didukung oleh berbagai program pemerintah dan arus investasi asing, khususnya dari China, yang banyak bermitra dengan BUMN.

“Sebagian pelaku usaha masih ekspansi, sebagian wait and see. Itu normal di tengah situasi geopolitik yang cepat berubah. Tapi investasi asing masih cukup banyak masuk dan ini akan membantu pertumbuhan ekonomi dan kredit perbankan,” kata Hendra.

Tags: bcaPT Bank Central Asia Tbk
Previous Post

Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC

Next Post

Pasar Otomotif Masih Lesu, IIMS 2026 Targetkan Transaksi Rp 8 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR