Jakarta, TopBusiness – Menjelang usia setengah abad atau yang ke-50, kinerja Peruamdam Tirta Aji Wonosobo, Jawa Tengah menunjukkan fondasi yang semakin solid, baik dari sisi pelayanan publik, kinerja keuangan, maupun kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Tirta Aji Wonosobo, M Sjahid, dalam penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar Majalah TopBusiness secara online, Selasa (27/1/2026). Dalam gelaran TOP BUMD sebelumnya, Tirta Aji sendiri sudah mendulang Bintang 5 sebanyak dua kali.
Hadir dalam penjurian kali ini mendampingi Dirut adalah Edekus Herience, selaku Direktur Teknik dan Syarief Hidayat selaku Kepala Bagian Personalia.
Dalam pemaparannya, Sjahid menegaskan bahwa proses penilaian oleh dewan juri menjadi ruang refleksi sekaligus evaluasi strategis bagi perusahaan daerah air minum tersebut.
“Kami ingin memaparkan secara ringkas beberapa hal yang sudah kami kirimkan materinya, dengan harapan ada beberapa hal yang ditanggapi dari dewan juri, sehingga menjadi nilai tambah bagi kami ke depan,” ujarnya.
Dijelaskannya, Perumdam Tirta Aji berdiri pada 3 Februari 1976 dan akan genap berusia 50 tahun pada 3 Februari 2026. Momentum ini, menurut Sjahid, tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga refleksi peran perusahaan daerah dalam melayani masyarakat dan menopang ekonomi daerah.
“Makanya materi kami beri judul ‘Setengah Abad Tirta Aji Melayani’. Insya Allah pada 3 Februari 2026 ini setengah abadnya Tirta Aji,” kata Sjahid, bangga.
Sebagai bagian dari peringatan tersebut, PDAM Tirta Aji akan menggelar “Jalan Sehat Setengah Abad Tirta Aji” yang melibatkan masyarakat luas, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kegiatan ini untuk memberikan penghargaan kepada para pelanggan kami di seluruh wilayah Wonosobo, dengan harapan loyalitas mereka kepada Tirta Aji semakin baik,” jelasnya.
Kinerja Sehat dan Kontribusi
Dari sisi kinerja, PDAM Tirta Aji mencatat capaian yang konsisten. Berdasarkan indikator Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, skor kinerja meningkat dari 3,51 pada 2023 menjadi 3,68 pada 2024, dengan status sehat. Penilaian berdasarkan Permendagri juga menunjukkan tren perbaikan.
Dengan jumlah pelanggan saat ini mencapai sekitar 111 ribu sambungan, ditopang cakupan layanan teknis 34,24 persen dan administrasi 32,34 persen. Kualitas layanan dinilai stabil, dengan rata-rata pelayanan air 24 jam per hari.
“Rata-rata jam pelayanan harian kita 24 jam, tekanan air di atas 0,7 bar sesuai dengan yang dipersyaratkan,” ujar Sjahid.
Kualitas air minum mencapai 92,61 persen, sementara hasil pengujian menunjukkan 489 sampel memenuhi syarat dari 528 sampel yang diperiksa. Tingkat kehilangan air (NRW) berhasil ditekan menjadi 23,03 persen.
Selanjutnya, dari sisi keuangan, PDAM Tirta Aji mencatat laba bersih meningkat dari Rp13,5 miliar menjadi Rp15 miliar. Kontribusi fiskal perusahaan juga signifikan, baik kepada pemerintah pusat maupun daerah.
“Kontribusi fiskal kita kepada pemerintah pusat mencapai Rp9,3 miliar, baik PPh maupun PPN. Kepada pemerintah provinsi Rp394 juta dari pajak air permukaan, dan kepada Pemerintah Daerah senilai Rp27,07 juta,” ungkap Sjahid.
Selain pajak, perusahaan juga menyetorkan dividen yang terus meningkat kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Bahkan, kontribusi PDAM Tirta Aji tercatat sebagai salah satu yang terbesar di antara BUMD setempat.
“Untuk BUMD Wonosobo yang tertinggi memang PDAM. Dividen kita terus meningkat. Saat ini dividen kita dari target sebesar Rp4,70 miliar dan capaiannya hingga Rp7,43 miliar atau melonjak 158,04%,” terang Sjahid.
Tantangan dan Target Anak Usaha
Meski demikian, Sjahid mengakui masih terdapat tantangan, terutama pada konsumsi air rumah tangga yang relatif rendah. Rata-rata pemakaian air rumah tangga tercatat 12,61 meter kubik per bulan, dipengaruhi oleh keberadaan sumber air alternatif seperti Pamsimas dan sungai alami.
Di sisi lain, struktur keuangan perusahaan juga menghadapi tantangan berupa rasio kas yang terlalu tinggi, mencapai 6,8 kali, jauh di atas standar ideal.
“Ini ‘PR’ bagi kami untuk menggunakan kas menjadi lebih produktif, tidak hanya berwujud di kas bank,” kata Sjahid.
Untuk menjawab tantangan tersebut, PDAM Tirta Aji merencanakan pembentukan anak usaha pada periode 2025–2029, sesuai dengan regulasi daerah yang memungkinkan perusahaan daerah air minum melakukan usaha di luar sektor air.
“Kita akan melakukan usaha di sektor-sektor produktif yang insya Allah bisa menambah pendapatan dan memproduktifkan posisi kas,” dia menjelaskan.
Inovasi Digital dan Penguatan SDM
Dalam aspek transformasi digital, PDAM Tirta Aji mengembangkan Tirta Aji Billing System secara mandiri sejak 2022. Sistem ini dirancang dan dikelola internal agar lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnis.
“Pembuatan dan pengelolaan billing system secara mandiri membuat pekerjaan lebih efisien dan efektif,” ujar Sjahid.
Penguatan sumber daya manusia juga menjadi prioritas. Jumlah pegawai dikendalikan, sementara produktivitas dan kompetensi terus ditingkatkan melalui pelatihan berkelanjutan, baik teknis, keuangan, maupun digital. “Jumlah tenaga kerja turun, tetapi produktivitas pegawai kita tingkatkan,” katanya.
Dengan kualitas SDM tersebut, kata dia, berdampak positif terhadap layanan. Tercatat, indeks kepuasan pelanggan tetap positif. Kendati turun tipis dari 83,87 persen menjadi 81 persen. Menurut manajemen, penurunan ini dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah responden dan kendala teknis sistem survei.
“Tanpa menjadikan ini alasan, intinya kita masih berada di angka di atas 80 persen,” kata Sjahid.
Pembangunan Berkelanjutan
Sebagai BUMD, PDAM Tirta Aji tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga sosial. Perusahaan aktif mendukung berbagai program pemerintah daerah, termasuk rumah tidak layak huni (RTLH), orang tua asuh, bantuan sosial, hingga konservasi lingkungan.
“Karena bagi kami, PDAM itu justru lebih sosial daripada Dinas Sosial,” ujar Sjahid, bangga. Ini menggambarkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap peran sosial perusahaan.
Program konservasi sumber air dilakukan melalui penanaman pohon dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan nasional dan BUMD energi terbarukan.
“Kita bersama-sama mendukung untuk menyelamatkan sumber air dan daerah resapan,” tuturnya.
Ke depan, PDAM Tirta Aji juga memperkuat infrastruktur layanan, termasuk peningkatan kapasitas reservoir, pembelian mata air untuk cadangan masa depan, serta pembangunan sistem SPAM yang lebih andal.
“Harapan kita SPAM kita menjadi SPAM yang ideal untuk melayani masyarakat Wonosobo, bahkan juga wilayah tetangga seperti Purworejo dan Banjarnegara,” pungkas Sjahid.
