Jakarta, TopBusiness – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Barat atau Bank Kalbar mengincar kenaikan pangsa pasar (market share) hingga 25 persen untuk layanan perbankan di Provinsi Kalimantan Barat.
Dari sisi total aset, Bank Kalbar pada 2018 sudah menguasai 24,35 persen pangsa pasar di Kalbar, sedangkan sisanya atau 75,65 persen dari bank lain. Untuk total dana pihak ketiga (DPK), market share Bank Kalbar sudah menembus 25,48 persen.
“Yang masih agak rendah adalah untuk total kredit, market share kami di Kalbar masih 15,5 persen. Sedangkan 84,5 persen adalah dari bank lain,” kata Direktur Utama Bank Kalbar Samsir Ismail dalam penjurian Top BUMD 2019 di Jakarta, Selasa (12/3/2019).
Bank Kalbar terpilih menjadi salah satu dari 200 BUMD yang masuk finalis untuk maju di babak penjurian di ajang corporate rating “Top BUMD 2019” yang dihelat Majalah TopBusiness bekerjasama dengan sejumlah lembaga konsultan dan lembaga riset independen.
Samsir mengakui, peningkatan pangsa pasar kredit menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen Bank Kalbar di tengah persaingan dengan bank-bank umum nasional dalam menjaring nasabah. “Untuk bisa menjadi leader, market share kredit harus mencapai 20- 25 persen. Ini yang kami upayakan sekarang,” tutur Samsir.
Sepanjang 2018, Bank Kalbar berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 11,7 triliun, naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp 10,6 triliun. Kredit macet (NPL) Bank Kalbar tahun 2018 secara gross mencapai 1,74 persen, naik dari 1,16 persen apda 2017. Namun NPL nett pada 2018 turun menjadi 0,15 persen dari 0,17 persen pada 2017.
Kinerja keuangan Bank Kalbar pada 2018 juga cukup baik. Aset bank tumbuh dari Rp 16,5 triliun pada 2017, jadi Rp 17,57 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) naik 3,65 persen dari Rp 13,7 triliun (2017) menjadi Rp 14,2 triliun (unaudited) pada tahun 2018.
Sedangkan laba bersih Bank Kalbar meningkat 10 persen dari Rp 338,2 miliar pada 2017, menjadi Rp 372,76 miliar pada 2018.
Penulis: nurdian
