Jakarta, BusinessNews Indonesia—Emiten agribisnis di Bursa Efek Indonesia (BEI), Salim Ivomas Pratama, mencatatkan kenaikan penjualan untuk tahun 2017. Secara year on year, nilai penjualan itu naik 9% menjadi Rp 15,83 triliun.
“Kenaikan ini seiring dengan naiknya penjualan dari divisi perkebunan, serta divisi minyak dan lemak nabati,” kata Direktur Utama Salim Ivomas Pratama, Mark Wakeford, di Jakarta hari ini.
Wakeford, dalam keterangan pers, menjelaskan bahwa laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas grup, tercatat turun 5% menjadi Rp 512 miliar.
“Hal itu seiring penurunan laba usaha, yang sebagian diimbangi oleh penurunan beban pajak penghasilan,” kata dia.
Laba usaha, masih kata Wakeford, turun 11% secara year on year ke Rp 1,82 triliun.
Sedangkan laba bruto relatif tetap yakni di angka Rp 3,42 triliun. Hal ini seiring kenaikan penjualan yang diikuti kenaikan biaya produksi.
