Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah signifikan pada akhir perdagangan Rabu (28/01/2026). IHSG ambles 659,67 poin atau turun 7,35 persen dan berakhir di level 8.320,55, seiring meningkatnya tekanan jual di hampir seluruh sektor saham.
Sejalan dengan pergerakan indeks, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turut mengalami penurunan dan tercatat berada di kisaran Rp16.000 triliun, mencerminkan koreksi nilai pasar yang cukup dalam akibat volatilitas tinggi sepanjang sesi perdagangan.
Dari sisi aktivitas perdagangan, BEI mencatat nilai transaksi harian mencapai sekitar Rp30 triliun, dengan volume perdagangan menembus lebih dari 42 miliar saham. Sementara itu, frekuensi transaksi tercatat sekitar 2,7 juta kali, menunjukkan meningkatnya intensitas jual beli saham di tengah sentimen negatif pasar.
Tekanan terhadap IHSG dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap perkembangan global, khususnya terkait evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia. Isu mengenai aksesibilitas pasar, transparansi data kepemilikan, serta potensi penyesuaian bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI mendorong aksi jual, terutama dari investor institusional dan asing.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar (blue chip) tercatat menjadi pemberat utama pergerakan indeks, sementara hampir seluruh sektor industri berada di zona merah. Kondisi ini menandakan pelemahan pasar yang bersifat menyeluruh, bukan terbatas pada sektor tertentu.
Bursa Efek Indonesia bersama otoritas terkait terus melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan para pemangku kepentingan global, termasuk MSCI, guna menjaga kepercayaan investor serta memastikan stabilitas dan daya saing pasar modal nasional.
BEI mengimbau investor untuk tetap mencermati perkembangan pasar secara cermat, memperhatikan fundamental emiten, serta menerapkan strategi investasi yang prudent di tengah meningkatnya volatilitas pasar.
(Sumber Data: AI)
