Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan Jumat (30/01/2026) dengan penguatan signifikan. IHSG dibuka melonjak 88,88 poin atau 1,08 persen ke level 8.321,08.
Sejalan dengan penguatan indeks utama, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga dibuka di zona hijau dengan kenaikan 11,59 poin atau 1,43 persen ke posisi 824,60. Kenaikan ini mencerminkan membaiknya sentimen investor pada awal perdagangan, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Penguatan IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini ditopang oleh sentimen positif global serta meredanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap volatilitas pasar keuangan internasional. Optimisme investor meningkat seiring ekspektasi stabilitas kebijakan moneter global serta pergerakan positif bursa saham di kawasan Asia pada perdagangan pagi ini.
Dari dalam negeri, pelaku pasar juga merespons positif prospek kinerja emiten big caps menjelang rilis laporan keuangan tahunan. Aksi beli selektif, terutama pada saham perbankan dan sektor energi, menjadi pendorong utama pergerakan indeks.
Pada awal perdagangan, sejumlah saham berkapitalisasi besar tercatat menjadi penggerak utama IHSG, di antaranya:
- Saham perbankan besar seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang dibuka menguat, seiring masuknya minat beli investor pada sektor keuangan.
- Saham energi dan komoditas seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan emiten energi lainnya turut menopang penguatan indeks, didukung ekspektasi stabilnya harga komoditas global.
- Beberapa saham konsumer dan infrastruktur juga bergerak di zona hijau, menambah dorongan positif terhadap indeks LQ45.
Penguatan yang relatif merata pada saham-saham unggulan mencerminkan risk appetite investor yang mulai pulih setelah tekanan yang sempat terjadi pada perdagangan sebelumnya.
Analis menilai penguatan IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini masih bersifat teknikal dan sentimen-driven. Secara teknikal, IHSG diperkirakan memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan dengan area resistance terdekat di kisaran 8.350–8.400, sementara level support berada di area 8.250–8.200.
Namun demikian, pelaku pasar diimbau tetap mencermati potensi volatilitas lanjutan, mengingat masih adanya sentimen eksternal yang dapat memengaruhi pergerakan pasar secara cepat. Strategi buy on weakness pada saham-saham berfundamental kuat dinilai masih relevan, terutama pada sektor perbankan, energi, dan telekomunikasi.
Dengan dibukanya IHSG di zona hijau dan didukung kenaikan indeks LQ45, pasar saham Indonesia memulai perdagangan Jumat dengan nada optimistis. Meski demikian, pelaku pasar diharapkan tetap selektif dan disiplin dalam mengelola risiko, sembari mencermati perkembangan sentimen global dan domestik sepanjang sesi perdagangan.
