Jakarta, TopBusiness — PT Metrodata Electronics Tbk (IDX: MTDL)memantapkan strategi ekspansi bisnisnya dengan menghadirkan layanan cloud terlengkap di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi dan penguatan portofolio unit bisnis solusi dan konsultasi digital MTDL, yang dikenal sebagai perusahaan dengan use case artificial intelligence (AI) terbanyak di Tanah Air, lebih dari 100 use case.
Presiden Direktur MTDL Susanto Djaja mengatakan, penguatan portofolio layanan cloud diarahkan untuk memposisikan Perseroan sebagai one stop solution penyedia layanan teknologi informasi di Indonesia.
“Pendekatan ini memungkinkan kami menghadirkan solusi TI yang terintegrasi dan fleksibel, sekaligus membuka peluang menjangkau lebih banyak pelanggan baru seiring meningkatnya kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor,” ujar Susanto dalam keterangan persnya yang diterima redaksi, Jumat (30/1/2026).
Sebagai bagian dari strategi tersebut, MTDL menjalin kemitraan strategis dengan Alibaba Cloud guna memperluas cakupan layanan cloud kelas dunia yang aman, andal, dan scalable bagi pasar Indonesia. Kolaborasi ini melengkapi portofolio cloud MTDL yang sebelumnya telah mencakup berbagai platform global terkemuka, seperti Google Cloud, Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, Huawei Cloud, Oracle, SAP, dan Salesforce.
Seluruh kapabilitas tersebut berada dalam layanan Cloud Services, salah satu dari 8 Pilar Solusi Digital MTDL, yang terintegrasi dengan berbagai solusi teknologi global untuk menghadirkan layanan end-to-end bagi pelanggan.
Melalui ekosistem cloud yang komprehensif ini, MTDL mampu melayani beragam kebutuhan, mulai dari cloud infrastructure, data analytics, artificial intelligence (AI), hingga keamanan siber dan manajemen data, untuk berbagai sektor industri.
Penguatan ekspansi bisnis tersebut sejalan dengan optimisme Perseroan terhadap kinerja tahun 2025. Hingga kuartal III 2025, MTDL membukukan penjualan sebesar Rp18,8 triliun, tumbuh 9,0 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja positif ini terutama ditopang oleh Unit Bisnis Solusi dan Konsultasi, khususnya segmen cloud, digital business platform, cybersecurity, AI, dan managed services.
“Melihat perjalanan bisnis sepanjang tahun lalu, kami optimistis target kinerja tahun 2025 dapat tercapai,” tutup Susanto.
