Jakarta, TopBusiness—PT BPR Bank Daerah Bojonegoro, Jawa Timur, kembali menunjukkan kinerja usaha yang solid pada 2025. Bank milik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro itu mencatat pertumbuhan laba, aset, kredit, dan dana pihak ketiga.
Capaian tersebut menegaskan posisi Bank Bojonegoro sebagai penggerak ekonomi lokal dan layanan keuangan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Direktur Utama BPR Bank Bojonegoro, Sutarmini, dalam presentasi untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2026, melalui Zoom (30/1/2026).
Hadir pula di situ adalah Komisaris Bank Bojonegoro, Al Kusani; Direktur Operasi dan Bisnis Bank Bojonegoro, M. Arief; Direktur Kepatuhan dan SDM Bank Bojonegoro, Prasto Dwi; Lila Tri Rahayuningtyas.
Secara kesehatan bank, bank tersebut dinilai berada pada kategori sehat. Penilaian itu merujuk rasio keuangan sesuai ketentuan otoritas perbankan. Kondisi tersebut memperlihatkan stabilitas operasional dan manajemen risiko yang terjaga. Kinerja positif juga tercermin dari meningkatnya kepercayaan nasabah dan pemerintah daerah.
Sutarmini menjelaskan, pertumbuhan aset dan laba menjadi indikator utama performa perusahaan. Aset bank meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Laba juga mengalami kenaikan meski dalam kondisi ekonomi yang dinamis. Perbaikan rasio kredit bermasalah turut memperkuat fondasi keuangan perseroan.
Untuk tahun 2025, laba bank tersebut di Rp23.570.088.000. Angka ini naik 3,43% dibandingkan di tahun 2024. Pendapatan bank tersebut di 2025 senilai Rp94.595.745.000. Atau, naik 28,07% secara tahunan.
Selanjutnya, NPL bank itu sebesar 3,12% di tahun 2025. Rasio LDR di 225%; BOPO di 67,19%; cash ratio di 38,44%.
Dari sisi penyaluran kredit, Bank Bojonegoro mencatat kenaikan pencairan pembiayaan. Kredit difokuskan pada, antara lain, sektor UMKM, perdagangan, dan ultramikro. Kebijakan bunga rendah membantu pelaku usaha kecil memperluas bisnis. Program ini sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah.
Di bidang penghimpunan dana, dana pihak ketiga tumbuh pesat. Pertumbuhan ini menandakan meningkatnya kepercayaan masyarakat menyimpan dana di bank itu. Tabungan dan deposito menjadi produk unggulan perusahaan. Strategi pelayanan yang lebih cepat dan mudah ikut menopang capaian tersebut.
Transformasi digital menjadi fokus pengembangan layanan. Bank tersebut tengah menyiapkan aplikasi mobile banking Bojonegoro Smart. Aplikasi itu dirancang untuk transaksi antarbank, pembayaran, dan pembelian digital. Pengembangan masih dalam proses perizinan otoritas terkait.
Selain kinerja bisnis, kontribusi sosial juga diperkuat. Bank tersebut aktif menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan. Kegiatan meliputi bantuan pendidikan, olahraga, dan keagamaan.
Menurut Sutarmini, strategi berkelanjutan menjadi kunci performa positif. Perusahaan menitikberatkan inovasi layanan, penguatan SDM, dan sinergi dengan pemerintah daerah. Langkah tersebut diharapkan menjaga pertumbuhan jangka panjang.
“Kami menargetkan tetap menjadi bank daerah yang sehat, inovatif, dan terpercaya bagi masyarakat Bojonegoro,” kata Sutarmini.
