TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Di Tengah Volatilitas Pasar, ERAA Gelontorkan Rp150 Miliar untuk Buyback Saham

Busthomi
30 January 2026 | 15:38
rubrik: Capital Market
Bisnis Ponsel Positif di 2020, Laba ERAA Naik Dua Kali Lipat

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness β€” PT Erajaya Swasembada Tbk. (IDX: ERAA), emiten ritel teknologi dan gaya hidup mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp150 miliar.

Kebijakan buyback tersebut mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan. Sesuai regulasi, jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal disetor dengan ketentuan saham beredar minimal 7,5%.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), ERAA menyampaikan bahwa periode pelaksanaan buyback akan berlangsung selama tiga bulan yakni mulai 23 Januari hingga 23 April 2026.

Pembelian kembali saham akan dilakukan melalui PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. dengan harga yang dinilai baik dan wajar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Langkah ini menunjukan keyakinan manajemen di tengah volatilitas pasar.

Langkah buyback ini juga ditopang oleh kondisi likuiditas Perseroan yang relatif solid. Dalam laporan keterbukaan informasinya, Perseroan menyampaikan bahwa pendanaan pembelian kembali saham akan sepenuhnya berasal dari kas internal Perseroan.

Dengan struktur permodalan dan arus kas yang tersedia saat ini, Perseroan menilai pelaksanaan buyback dapat dilakukan tanpa mengganggu kegiatan usaha maupun kebutuhan pendanaan operasional.

Rully Arya Wisnubroto, Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia berpandangan bahwa aksi buyback ERAA mencerminkan pendekatan berbasis valuasi.

β€œHal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saham, dan juga menjaga kepercayaan investor tentang kondisi fundamental perusahaan,” ujarnya, dalam keterangannya, dikutip Jumat (30/1/2026).

Menurut Rully, sebagai perusahaan ritel dan distributor perangkat digital, valuasi ERAA umumnya dianalisis menggunakan kombinasi rasio price to book value (PBV), sebagai perbandingan antara harga saham dan nilai buku perusahaan, serta enterprise value to EBITDA (EV/EBITDA) sebagai indikator valuasi perusahaan terhadap kemampuan menghasilkan laba operasional.

BACA JUGA:   MND ID telah Kuasai Saham VALE 34 Persen

Dia melihat skala dana buyback yang dialokasikan tidak mengurangi fleksibilitas Perseroan dalam memenuhi kebutuhan modal kerja maupun rencana ekspansi.

Di luar kebijakan buyback, ERAA juga terus menjalankan strategi pengembangan usaha melalui diversifikasi lini bisnis. Selain bisnis inti distribusi dan ritel perangkat teknologi, Perseroan melalui Erajaya Active Lifestyle (ERAL) memperluas eksposur ke segmen gaya hidup aktif.

Sementara itu, Erajaya Food & Nourishment (EFN) mengelola lini makanan dan minuman dengan sejumlah merek internasional seperti Paris Baguette, Bacha Coffee, dan Chagee, yang tengah memperluas jaringan gerainya di kawasan Asia Tenggara.

Tags: buyback sahamERAAPT Erajaya Swasembada
Previous Post

Tahun Ini, BUMN Patok Laba Capai Rp350 Triliun

Next Post

Laba Capai Rp5,1 Triliun, OCBC Pertahankan Pertumbuhan Berkelanjutan di 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR