Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup naik 1.15%, tapi masih disertai dengan net sell asing ~360 Bn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BRPT, BBCA, AMMN dan ADRO.
Untuk perdagangan hari ini, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, laju IHSG berpotensi koreksi hari ini.
“Dengan level Support IHSG diproyeksi di kisaran 7000-7100 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 7200-7280,” ujar Fanny dalam risetnya, Jumat (8/5/2026).
Trading Idea hari ini: BUMI, RATU, PTRO, MEDC, SSIA, dan LSIP
- BUMI Spec Buy dengan area beli di 228-230, cutloss di bawah 226. Target dekat di 234-238.
- RATU Spec Buy dengan area beli di 6100-6200, cutloss di bawah 5950. Target dekat di 6300-6400.
- PTRO Spec Buy dengan area beli di 5400-5475, cutloss di bawah 5350. Target dekat di 5575-5675.
- MEDC Spec Buy dengan area beli di 1570-1585, cutloss di bawah 1560. Target dekat di 1600-1625.
- SSIA Spec Buy dengan area beli di 1775-1800, cutloss di bawah 1750. Target dekat di 1825-1870.
- LSIP Spec Buy dengan area beli di 1535-1565, cutloss di bawah 1535. Target dekat di 1595-1620.
Global Overnight Review
Wall Street Melemah. Indeks-indeks saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (7/5). Pelemahan terjadi seiring investor kembali mencermati pergerakan harga minyak dan perkembangan negosiasi antara AS dan Iran.
Indeks S&P 500 turun 0,38%, disebabkan tekanan pada saham teknologi dan semikonduktor, termasuk Amazon, Broadcom, dan Micron Technology.
Sementara itu, Nasdaq Composite terkoreksi 0,13% dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,63%.
Di sisi lain, harga Minyak mentah WTI AS turun 0,28% (US$ 94,81bbl), sedangkan minyak Brent melemah 1,19% (US$ 100,06/bbl).
Mengutip sejumlah sumber, Gedung Putih disebut tengah menyiapkan nota kesepahaman berisi 14 poin yang tidak hanya bertujuan menghentikan perang, namun juga membuka jalan bagi pembicaraan nuklir lanjutan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pemerintah Iran masih mengevaluasi proposal yang diajukan AS dan belum memberikan keputusan final.
Ketidakpastian kembali meningkat setelah seorang pejabat senior Iran menyatakan negaranya tidak akan mengizinkan AS membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz melalui skema yang dianggap ‘tidak realistis’.
Iran juga disebut menuntut kompensasi atas kerusakan yang terjadi selama konflik berlangsung.
Bursa Asia Menghijau, Indeks Nikkei Catat Rekor Tertinggi Pasca Libur. Bursa Asia kembali melesat pada perdagangan Kamis (7/5).
Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 5,58% dan Topix menguat 3%. Sejalan, Hang Seng naik 1,57%, Taiex Taiwan menguat 1,93%, Kospi Korea Selatan bertambah 1,43% dan ASX 200 Australia menguat 0,96%.
Sementara itu, FTSE Straits Times naik 0,30% dan FTSE Malay KLCI menguat 0,11%.
Di sisi lain, kenaikan regional yang meluas terjadi setelah Presiden Donald Trump memperingatkan Iran akan dibom “pada tingkat yang jauh lebih tinggi” jika gagal menyetujui kesepakatan perdamaian.
Indeks di Jepang melonjak dan dipimpin oleh kenaikan saham sektor bahan baku, teknologi, dan keuangan. Saham ditutup naik 0,32%, setelah sempat meningkat 12%.
Sejalan, saham Ibiden menjadi yang berkinerja terbaik, naik >22%, sementara saham Mitsui Kinzoku naik 17%. Saham Renesas Electronics meningkat 13%, dan saham Tosoh Corporation melesat 11%. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
