Jakarta, TopBusiness – Di PT Bursa Efek Indonesia atau BEI, indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat (30/01/2026) melambung 97,40 poin atau 1,18% ke 8.329,60. Ini mencerminkan kembali minat beli investor setelah pasar mengalami tekanan cukup dalam pada sesi-sesi sebelumnya.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak volatil dengan kisaran perdagangan harian di area 8.167 hingga 8.408. Penguatan indeks berlangsung merata sejak sesi siang hingga penutupan, didorong oleh aksi beli pada saham-saham berkapitalisasi besar serta saham sektor konsumer dan keuangan.
Dari sisi aktivitas pasar, mayoritas saham ditutup di zona hijau. Tercatat lebih dari 550 saham menguat, sekitar 180 saham melemah, dan sisanya bergerak stagnan. Kondisi ini menunjukkan sentimen pasar yang mulai membaik, seiring meningkatnya kepercayaan investor domestik terhadap stabilitas pasar saham. Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 57,21 miliar saham dengan total nilai Rp 40,83 triliun.
Penguatan IHSG tidak lepas dari kontribusi saham-saham unggulan yang mencatatkan kenaikan harga signifikan. Dari kelompok saham berlikuiditas tinggi, sejumlah emiten menjadi motor penggerak utama indeks.
Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan penguatan tajam seiring aksi beli investor pada saham telekomunikasi berkapitalisasi besar. Kenaikan TLKM memberikan kontribusi besar terhadap pergerakan IHSG, mengingat bobotnya yang cukup dominan dalam indeks.
Di sektor konsumer, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) melonjak signifikan, mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap kinerja sektor ritel dan daya beli masyarakat. Sementara itu, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) juga mencatatkan kenaikan kuat, didorong ekspektasi perbaikan kinerja sektor agribisnis dan peternakan.
Saham perbankan besar seperti BBCA dan BBRI turut bergerak menguat dan menjadi penopang stabilitas indeks. Penguatan saham-saham bank menandakan kembalinya minat investor terhadap sektor keuangan yang selama ini menjadi tulang punggung pergerakan IHSG.
Secara sektoral, hampir seluruh indeks sektoral BEI ditutup di zona hijau. Sektor konsumer primer dan nonprimer menjadi salah satu penopang utama, disusul sektor keuangan dan telekomunikasi. Sektor energi dan infrastruktur juga mencatatkan penguatan moderat seiring meningkatnya minat beli selektif pada saham-saham tertentu.
Sementara itu, sektor teknologi dan properti bergerak lebih terbatas, mencerminkan sikap hati-hati investor dalam memilih saham berbasis pertumbuhan di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif.
Penguatan IHSG pada perdagangan Jumat mencerminkan technical rebound setelah tekanan jual yang cukup besar pada awal pekan. Dari sisi teknikal, IHSG berhasil bertahan di area support psikologis 8.100–8.200 dan kembali bergerak ke atas level 8.300, yang dinilai sebagai sinyal positif dalam jangka pendek.
Kenaikan ini juga menunjukkan bahwa investor mulai melakukan akumulasi pada saham-saham unggulan dengan fundamental kuat, terutama saham berkapitalisasi besar. Namun demikian, pelaku pasar masih dihadapkan pada potensi volatilitas ke depan, seiring dinamika sentimen global dan kebijakan domestik yang dapat memengaruhi arah pasar.
Analis menilai, selama IHSG mampu bertahan di atas level 8.250, peluang penguatan lanjutan masih terbuka. Meski begitu, investor disarankan tetap mencermati manajemen risiko dan melakukan strategi investasi secara selektif, mengingat pergerakan pasar masih sensitif terhadap sentimen eksternal.
Penguatan IHSG pada akhir pekan ini menjadi sinyal awal pemulihan sentimen pasar, meskipun kehati-hatian tetap diperlukan. Pergerakan saham-saham unggulan dan likuid diperkirakan masih akan menjadi penentu utama arah IHSG dalam perdagangan selanjutnya.
