Jakarta, TopBusiness – Setelah sukses merambah pasar Filipina, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (IDX: AMRT) kembali memperluas jejak bisnis internasionalnya dengan membuka gerai pertama Alfamart di Bangladesh.
Pembukaan gerai yang mulai beroperasi pada 27 Januari 2026 itu menjadi langkah awal bagi rencana ekspansi hingga 100 toko di negara Asia Selatan tersebut.
Direktur AMRT Solihin mengatakan, ekspansi ke Bangladesh masih berada pada tahap uji coba (trial) dan dijalankan melalui skema kemitraan dengan mitra lokal. “Tanggal 27 Januari kami baru buka toko pertama di Bangladesh. Kami masih trial,” ujar Solihin dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa (3/2/2026).
Jika hasilnya positif, Alfamart menargetkan pembukaan hingga 100 gerai di Bangladesh dalam beberapa tahun ke depan. Langkah ini melanjutkan strategi ekspansi global AMRT yang sebelumnya telah lebih dulu masuk ke pasar Filipina.
Di Filipina, Alfamart mengembangkan jaringan ritelnya melalui kerja sama dengan mitra lokal dan berhasil mengoperasikan sekitar 2.400 gerai. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi AMRT dalam mengeksekusi ekspansi di negara berkembang lain dengan karakteristik pasar yang relatif serupa.
Seiring penguatan bisnis internasional, Alfamart juga tetap menggenjot ekspansi di dalam negeri. Pada 2026, perusahaan menargetkan pembangunan sekitar 800 gerai baru, dengan fokus utama di luar wilayah Jabodetabek.
Solihin menegaskan, Jakarta dan sekitarnya tidak lagi menjadi prioritas utama karena tingkat kejenuhan pasar yang tinggi serta biaya sewa lahan dan toko yang semakin mahal. “Saya pastikan ekspansi di luar Jakarta. Kalau di Jakarta, penambahannya akan kecil,” ujarnya.
Strategi ini melanjutkan tren positif AMRT yang sepanjang 2025 berhasil mengoperasikan 1.080 gerai baru. Pemilihan lokasi menjadi faktor krusial dalam pembukaan gerai, mengingat nilai investasi per toko berkisar Rp300 juta hingga Rp500 juta.
“Ada gerai yang kami buka bukan hanya untuk mencari untung, tetapi juga untuk memperkenalkan brand. Namun lokasi yang dipilih tetap harus memiliki potensi,” tambahnya.
Di sisi lain, ekspansi bisnis Alfamart juga dibarengi dengan penguatan komitmen keberlanjutan. Sepanjang 2025, Alfamart Group menjalankan berbagai inisiatif berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), mulai dari kampanye eco-friendly lifestyle, pengurangan penggunaan kantong plastik, Waste Stations di gerai, Reverse Vending Machine untuk botol plastik, hingga Ucollect Box Alfamart untuk pengelolaan minyak jelantah.
Selain itu, perusahaan telah mengimplementasikan pembangkit listrik tenaga surya di 34 pusat distribusi dan kantor cabang. Alfamart juga mengembangkan program Kampung Alfamart Sahabat Bumi yang berorientasi pada ekonomi sirkular, dengan tujuh kampung binaan yang tersebar di berbagai daerah.
