Jakarta, TopBusiness – Perumdam Tirta Hita Buleleng terpilih menjadi nominator TOP BUMD Awards 2026. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Buleleng ini, memiliki visi ‘Menjadi salah satu BUMD Air Minum terbaik di Indonesia yang sehat, mandiri, inovatif, lestari, dan beretika (SMILE) dengan berlandaskan falsafah Tri Hita Karana. PAM Tirta Hita Buleleng mengikuti sesi presentasi Penjurian TOP BUMD Awards 2026, Selasa (3/2/2026).
Hadir dalam penjurian di antaranya adalah Direktur Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, I Made Lestariana, S.E; Direktur Teknik, I Nyoman Suwitra, S.T., M.Si; dan Direktur Umum, Adi Suparta Wijaya, S.Sos.MAP.
Selain itu, hadir pula Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Nyoman Sukada, S.Mn, S.T dan Kepala Satuan Pengawasan Intern, Gede Arya Dana, S.E.
Dalam Penjurian, Lestariana menyatakan jika PAM Tirta Hita Buleleng memiliki aktivitas usaha utama sebagai penyediaan pelayanan air minum melalui jaringan perpipaan dan mobil tangki yang memenuhi prinsip 4K, yaitu kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan.
Ini sesuai dengan Permenkes Nomor 02 Tahun 2023. Selain itu, perusahaan juga mengoperasikan infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah Kabupaten Buleleng.
“Di luar bisnis utama, perusahaan mengembangkan usaha tambahan melalui anak perusahaan PT Tirta Mumbul Jaya Abadi, antara lain produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan penyediaan jasa pembersihan pipa dengan teknologi gas nitrogen bekerja sama dengan Ssenypang Co. Ltd.,” kata Lestariana.
Bukukan Kinerja Sehat dan Baik
Menurut Lestariana kembali, dalam menjalankan usahanya, PAM Tirta Hita Buleleng dicatat mengedepankan keseimbangan antara kinerja bisnis dan pelayanan publik, dengan proporsi orientasi usaha sebesar 20 persen laba dan 80 persen layanan sosial.
Sekalipun demikian, PAM Tirta Hita Buleleng berhasil mencatatkan kinerja yang baik dan sehat dari sisi kinerja keuangan dan kesehatan perusahaan.
Laba bersih misalnya. Pada tahun 2025, perusahaan menargetkan laba bersih sebesar Rp12,78 miliar dan target penyetoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp9 miliar. Dari target tersebut, perusahaan berhasil merealisasikan laba bersih tahun 2025 mencapai Rp12,58 miliar dan kontribusi PAD terealisasi sebesar Rp9,03 miliar.
Sementara itu, berdasarkan penilaian Kementerian PUPR tahun buku 2025, perusahaan memperoleh nilai kinerja 4,08 dengan kategori sehat, sedangkan penilaian Kementerian Dalam Negeri menunjukkan nilai 71,96 dengan kategori baik.
“Semua capaian tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam memenuhi target kinerja yang ditetapkan melalui Perda dan penugasan kepala daerah,” kata Lestariana.
Berkat Selaraskan Sistem Manajemen SDM dengan Strategi Bisnis
Terkait keberhasilan capaian kinerja yang dibukukan, Lestariana menyebut hal tersebut tidak lepas dari keberhasilan perusahaan dalam menyelaraskan Sistem Manajemen SDM dengan Strategi Bisnis.
Beberapa Sistem Manajemen SDM yang telah dilaksanakan diantaranya dengan meningkatkan kapasitas dan kompetensi karyawan melalui berbagai diklat yang disesuaikan dengan bidangnya, baik teknis dan non teknis, update standar ISO 9001 : 2015.
Selain itu, PAM Tirta Hita Buleleng menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), memastikan seluruh karyawan mentaati regulasi (kepatuhan) dan menerapkan pengelolaan resiko yang proaktif, sehingga diharapkan outputnya memiliki pengetahuan, keterampilan dan etika, serta mampu meningkatkan kinerja dan layanan kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Di samping itu, perusahaan meningkatkan laba secara berkesinambungan melalui penambahan pelanggan, penyesuaian tarif, reklasifikasi pelanggan, efesiensi biaya operasional. Perusahaan juga melaksanakan tanggung jawab secara spiritual sesuai keyakinan sebagai wujud rasa bersyukur, tanggung jawab sosial kepada masyarakat dalam memberikan pelayanan dan gerakan penghijauan untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Terus Kembangkan Inovasi
Guna meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan, PAM Tirta Hita Buleleng dicatat terus mengembangkan inovasi. Bahkan inovasi yang dikembangkan tersebut menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan kinerja yang berhasil dibukukan.
Salah satu inovasi tersebut adalah menerapkan Payment Point Online System untuk pembayaran tagihan dan sambungan baru. Selain itu, pendaftaran sambungan baru melalui laman resmi perusahaan dan pengembangan Sistem Informasi Pelanggan (Click THB).
Pada sisi operasional, perusahaan melaksanakan digitalisasi dengan memanfaatkan sistem wilayah berbasis satu platform online yang terintegrasi secara real time, sistem informasi aset, serta monitoring pompa secara daring. Perusahaan juga mengembangkan riset dan pemanfaatan teknologi, termasuk Internet of Things (IoT), guna meningkatkan efisiensi dan keandalan layanan.
Kontribusi ke Pembangunan Daerah
Banyak kontribusi yang dapat dihadirkan PAM Tirta Hita Buleleng terhadap pembangunan daerah dan perekonomian lokal. Selain berhasil memberi kontribusi PAD, perusahaan juga berhasil menghadirkan berbagai program berkelanjutan.
Seperti misalnya, perusahaan melaksanakan program penurunan Non-Revenue Water (NRW), penerapan Variable Speed Drive (VSD) pada pompa untuk efisiensi energi, serta penyusunan dan pelaksanaan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) sebagai upaya perlindungan sumber daya air.
Pada bidang energi, perusahaan berhasil merencanakan kerja sama pemanfaatan panel surya sebagai bentuk penerapan energi terbarukan. Selain itu, perusahaan aktif menjalankan program tanggung jawab sosial dan pemberdayaan masyarakat di bidang lingkungan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, keagamaan, seni, dan budaya.*
