Jakarta, TopBusiness — Sebagai BUMD berstatus Perseroda, PT LKM Rangkasbitung, tidak hanya berorientasi pada profit untuk mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga menjalankan fungsi pelayanan publik dan kepedulian sosial kepada masyarakat. Hal ini terungkap saat perusahaan ini hadir dalam sesi penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar secara daring, Rabu (4/2/2026).
Direktur Utama PT LKM Rangkasbitung, Frengky Nainggolan, S.E., CRBD, mengatakan perusahaan menjalankan model bisnis intermediasi layaknya perbankan, yakni menghimpun dan menyalurkan dana melalui kegiatan simpan pinjam, serta mengembangkan layanan berbasis fee sepanjang sesuai regulasi.
“Selain profit oriented untuk menghasilkan PAD, kami juga tetap menjalankan peran social oriented sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat,” ujarnya di hadapan dewan juri TOP BUMD Awards 2026.
Kinerja
Dari sisi kinerja keuangan dan tingkat kesehatan, PT LKM Rangkasbitung mencatatkan hasil yang solid. Berdasarkan metode penilaian CAMEL BPR, perusahaan berada dalam kategori sehat dengan NPL bruto 2,57% dan NPL neto 0,72%. Efisiensi operasional tercermin dari BOPO sebesar 71,80%, jauh di bawah standar 93%, serta ROA mencapai 6,42% atau hampir lima kali lipat dari standar minimum.
Pertumbuhan bisnis sepanjang 2024–2025 juga tergolong agresif. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 116%, aset meningkat 101%, dan kredit bertumbuh 101%. Komposisi kredit difokuskan pada sektor produktif dengan porsi kredit mikro mencapai 75%, sementara kredit konsumtif sebesar 25%. Pendapatan perusahaan meningkat 101%, diikuti pertumbuhan laba sebesar 106%.
Dari sisi layanan, PT LKM Rangkasbitung mencatat Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 89,92 atau masuk kategori sangat baik. Persepsi masyarakat juga berada pada skor 3,67 dalam interval kepuasan tertinggi. Hal ini sejalan dengan peningkatan jumlah debitur (NOA) yang tumbuh signifikan secara tahunan.
Salah satu kunci penguatan kinerja perusahaan terletak pada inovasi digital melalui program SKA-25 (Solusi Komprehensif Adaptif) yang dikembangkan secara mandiri. Sistem ini mengintegrasikan seluruh aktivitas perusahaan dalam satu platform, mulai dari laporan real time, analisis dan komite kredit berbasis skor, hingga layanan pick up service dengan metode Mobile Banker.
“Dengan SKA-25, seluruh aktivitas bisa dimonitor secara real time, terukur, termonitor, dan objektif. Output-nya kami ukur melalui KPI dan balanced scorecard,” jelas Frengky.
Sistem ini juga dilengkapi early warning system berbasis indikator warna yang memudahkan manajemen melakukan evaluasi dan perbaikan kinerja secara cepat.
Tata Kelola dan Kontribusi
Di bidang sumber daya manusia, misalnya, perusahaan secara konsisten meningkatkan kompetensi karyawan, direksi, dan komisaris melalui pelatihan internal dan eksternal, termasuk uji kompetensi bersertifikasi BPR.
Perusahaan juga melakukan survei kepuasan karyawan, di mana hasilnya menunjukkan hasil kategori sangat puas, dengan sistem penilaian kinerja yang objektif berbasis KPI melalui SKA-25. Skema reward and punishment, gaji di atas UMK, hingga program umrah menjadi bagian dari kebijakan kesejahteraan karyawan.
Dalam penerapan tata kelola perusahaan, PT LKM Rangkasbitung telah memenuhi seluruh aspek good corporate governance, mulai dari peran direksi dan komisaris, fungsi kepatuhan, audit internal dan eksternal, manajemen risiko, transparansi keuangan, hingga perencanaan bisnis.
Kontribusi perusahaan terhadap pemerintah daerah dan masyarakat juga dinilai signifikan. PT LKM Rangkasbitung menjadi salah satu sumber PAD bagi Pemkab Lebak serta berperan mendorong penguatan UMKM, petani, dan peternak melalui akses permodalan. Pada 2025, perusahaan menyalurkan kredit mikro kepada petani dan peternak dengan bunga 2% per tahun, yang disebut sebagai salah satu bunga terendah di Indonesia.
Selain itu, perusahaan aktif membuka lapangan kerja bagi masyarakat Kabupaten Lebak, menyalurkan program CSR secara rutin, serta berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir.
Dari sisi prestasi, PT LKM Rangkasbitung meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara berturut-turut sejak 2018 hingga 2024. Perusahaan juga berada di Kuadran I hasil analisis SWOT, menandakan kesiapan untuk bersaing secara agresif.
Untuk diketahui, dalam ajang TOP BUMD Awards, PT LKM Rangkasbitung telah empat kali meraih Bintang 5.
“SKA-25 menjadi pembenahan (perusahaan) dari hulu ke hilir dan kini telah menjadi benchmark bagi BUMD lain di berbagai daerah,” pungkas Frengky.
