Jakarta, TopBusiness – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (IDX: BMRI) mencatatkan laba konsolidasi sebesar Rp56,3 triliun sepanjang 2025, tumbuh sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Bila dibandingkan dengan capaian 2024, laba Bank Mandiri ini naik 0,93% secara tahunan (yoy).
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengatakan capaian tersebut mencerminkan kinerja fundamental perseroan yang solid serta keberhasilan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas aset, dan kontribusi kepada perekonomian nasional.
“Kinerja Bank Mandiri pada 2025 bukan semata hasil ekspansi bisnis, tetapi refleksi dari sinergi yang seimbang antara dukungan terhadap sektor produktif, penguatan UMKM, serta kontribusi nyata kepada negara,” ujar Riduan dalam Paparan Kinerja Kuartal IV 2025 Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Hingga Desember 2025, total aset Bank Mandiri tumbuh 18,7% secara tahunan (year on year/yoy), jauh melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional. Pertumbuhan aset tersebut ditopang oleh penyaluran kredit yang sehat dan selektif ke sektor-sektor produktif dan prioritas.
Dari sisi intermediasi, total kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.895 triliun, tumbuh 13,4% yoy, sementara dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp2.106 triliun atau tumbuh 23,9% yoy. Pertumbuhan DPK yang kuat mencerminkan tingkat kepercayaan nasabah yang tetap terjaga serta likuiditas perseroan yang solid.
Kualitas aset Bank Mandiri juga tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) bank only berada di level 0,96%, jauh di bawah rata-rata industri perbankan nasional. Sementara itu, NPL coverage ratio tercatat sebesar 253%, menunjukkan kesiapan perseroan dalam mengantisipasi potensi risiko kredit.
Selain mencatatkan laba yang solid, Bank Mandiri juga memberikan kontribusi signifikan kepada negara. Sepanjang 25 tahun terakhir, perseroan telah menyalurkan dividen sebesar Rp225 triliun. Khusus pada 2025, total dividen Bank Mandiri mencapai Rp52,5 triliun, yang terdiri atas Rp43,5 triliun dividen laba tahun buku 2024 dan Rp9 triliun dividen interim atas laba 2025 yang telah dibayarkan pada 14 Januari 2026.
Dari sisi fiskal, kontribusi Bank Mandiri melalui pembayaran pajak secara akumulatif mencapai Rp277 triliun sejak 2000 hingga 2025. Pada 2025 saja, pajak yang dibayarkan perseroan mencapai sekitar Rp27 triliun, dengan tren yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Riduan menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM tetap menjadi prioritas utama perseroan. Sepanjang 2025, kredit UMKM Bank Mandiri tumbuh 4,9% yoy, di tengah perlambatan pertumbuhan kredit UMKM industri, dan telah menopang sekitar 1,3 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
Sebagai mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri juga aktif mendukung berbagai program prioritas nasional, antara lain Kredit Usaha Rakyat (KUR), program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, serta pembiayaan sektor padat karya. Penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp55 triliun per Desember 2025 telah disalurkan sepenuhnya ke sektor-sektor produktif.
“Dengan fundamental yang kuat, permodalan yang solid, serta disiplin manajemen risiko yang konsisten, Bank Mandiri optimistis dapat terus tumbuh berkelanjutan dan menjalankan perannya sebagai penggerak ekonomi nasional,” tutup Riduan.
