- Strategi penyaluran kredit yang berhati-hati, penajaman segmen usaha, serta penguatan dana murah menjadi kunci dalam menjaga kinerja bank.
- Berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui setoran dividen kepada pemerintah daerah serta program literasi dan inklusi keuangan, sejalan dengan perannya sebagai BUMD penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Jakarta, TopBusiness — PT BPR Samudera (Perseroda) terus menegaskan perannya sebagai mitra strategis masyarakat dalam menggerakkan perekonomian daerah, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Direktur Utama BPR Samudera, Algusriandi, mengatakan bahwa keberadaan BPR tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjalankan fungsi sosial sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat. Melalui penyaluran pembiayaan yang terukur dan berhati-hati, BPR Samudera berupaya mendorong tumbuhnya usaha produktif di wilayah pesisir selatan.
“BPR hadir untuk menjawab kebutuhan permodalan masyarakat, terutama UMKM, agar bisa berkembang dan pada akhirnya meningkatkan taraf hidup masyarakat,” ujar Algusriandi, dalam sesi wawancara Penjurian ajang TOP BUMD Awards 2026 di Jakarta, Kamis (5/02/2026). Ajang ini menilai kinerja, inovasi, dan tata kelola badan usaha milik daerah (BUMD) dalam mendukung pembangunan daerah dan pelayanan publik.
Sepanjang 2025, kinerja BPR Samudera menunjukkan capaian yang relatif positif. Total aset tercatat mencapai sekitar Rp 34,8 miliar atau 94,93 persen dari target Rencana Bisnis Bank (RBB). Penyaluran kredit juga mencapai Rp 29,3 miliar atau setara 96,23 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga dari tabungan bahkan melampaui target, dengan realisasi 101,16 persen.

Menurut Algusriandi, capaian tersebut tidak terlepas dari strategi penajaman segmen pasar serta penguatan dana murah melalui tabungan dan deposito. “Kami fokus pada segmen UMKM dan melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas kredit agar tetap sehat,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan, terutama terkait rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang masih berada di atas batas ideal. Untuk itu, manajemen melakukan langkah penyelesaian kredit bermasalah secara bertahap, disertai penguatan manajemen risiko dan pembinaan kepada debitur.
Dari sisi permodalan, Algusriandi menegaskan bahwa BPR Samudera telah memenuhi ketentuan modal inti minimum sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Modal disetor tercatat sebesar Rp 6 miliar, dengan rasio kecukupan modal (KPMM) mencapai 34,27 persen, yang tergolong sangat sehat.
Kontribusi ke Pembangunan Daerah
Selain kinerja keuangan, BPR Samudera juga aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah. Setiap tahun, perseroan menyetorkan dividen kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan sebagai pemilik saham. Di luar itu, BPR Samudera terlibat dalam berbagai kegiatan literasi dan inklusi keuangan, mulai dari sekolah, kantor pemerintahan, hingga kelompok masyarakat.
Komitmen tersebut mengantarkan BPR Samudera meraih sejumlah penghargaan, di antaranya predikat TOP BUMD Awards 2024, serta berbagai apresiasi di tingkat regional dan nasional.
“Ke depan, kami akan terus berbenah, memperkuat tata kelola, dan berinovasi agar BPR Samudera semakin relevan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Algusriandi.
Dengan peran ganda sebagai lembaga bisnis dan agen pembangunan daerah, BPR Samudera diharapkan tetap menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan di Pesisir Selatan.
TOP BUMD Awards 2026 mengusung tema “Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan”, yang menekankan pentingnya peran BUMD tidak hanya dalam capaian kinerja, tetapi juga dalam menghadirkan inovasi yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat.
Dalam sesi Penjurian, Direktur Utama BPR Samudera, Algusriandi membawakan presentasi bertajuk “BPR sebagai Mitra Usaha Untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Pessel.”
Ia didampingi oleh: Jon Kenedy selaku Direktur; Rovera Nancy selaku Kabag Dana dan Operasional; serta Wiwit Eka Putri.
Sementara itu, Dewan Juri yang hadir, yaitu: Dwinda Ruslan (Yayasan Pakem), Prof. Wahyudin Zarkasyi (Akademisi FEB Unpad), Aldrin Herwany (Perbanas Institute Jakarta), serta Teguh Imam Suyudi yang juga bertindak sebagai moderator dari Redaksi Majalah TopBusiness.
Penulis: Teguh IS.
