Jakarta, TopBusiness – PT BPR Bank Jombang (Perseroda) terus memperkuat perannya sebagai bank Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di daerah.
Berbagai inovasi dilakukan manjemen Bank Jombang baik di bidang layanan pelanggan, pemanfaatan teknologi digital, maupun terkait tata kelola dan manajemen SDM (human capital).
Dalam sesi presentasi dan pendalaman penjurian TOP BUMD Awards 2026, Kepala bagian Auditor Bank Jombang, Izza, yang mewakili direksi Bank Jombang memaparkan bahwa Perseroan dijalankan dengan keseimbangan antara fungsi bisnis dan layanan publik.
“Sebagai BPR milik Pemerintah Kabupaten Jombang, orientasi usaha kami adalah 30 persen laba dan 70 persen layanan publik. Prinsip ini menjadi fondasi kami dalam menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus kebermanfaatan sosial,” ujar Izza.
Hadir pula dari Bank Jombang: Dany (Kasie Manrisk), Arif (Kasubag IT Dev & Litbang), dan Nani (Staf Kepatuhan).
Bank Jombang berstatus sebagai BUMD berbentuk Perseroan Daerah dengan visi menjadi bank yang sehat, berdaya saing, aman, dan terpercaya. Fokus bisnis Bank Jombang adalah layanan perbankan bagi UMKM, IKM, petani, koperasi, dan masyarakat Jombang, sekaligus mendukung program pembangunan ekonomi daerah.
Strategi bisnis Bank Jombang diarahkan pada optimalisasi kinerja di seluruh lini, penguatan tata kelola, serta peningkatan kualitas SDM. “Kami terus melakukan langkah strategis agar Bank Jombang mampu tumbuh berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Izza.
Kinerja Keuangan Tumbuh Positif
Dari sisi kinerja keuangan, Bank Jombang mencatat pertumbuhan solid sepanjang 2024–2025. Total aset meningkat dari Rp1,12 triliun pada 2024 menjadi Rp1,17 triliun pada 2025 atau tumbuh 4,66 persen. Kredit yang diberikan (KYD) naik 9,49 persen menjadi Rp877,36 miliar, sementara laba sebelum pajak melonjak 28 persen menjadi Rp19,55 miliar.
Rasio rentabilitas juga membaik, tercermin dari ROA yang meningkat dari 1,48 persen menjadi 1,74 persen dan NIM naik dari 6,97 persen menjadi 7,65 persen. Dari sisi permodalan, CAR terjaga kuat di level 19,43 persen.
Menurut Izza, peningkatan kinerja ini ditopang oleh inovasi produk dan penyaluran kredit produktif. Pertumbuhan kredit didorong oleh Kredit Umum, Kredit SPPG untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis, serta kredit channeling. “Ini sekaligus mendukung UMKM dan program pemerintah,” kata Izza.
Kinerja tabungan Bank Jombang pada 2025 juga bertumbuh karena adanya pengembangan Produk Tabungan SIMARMAS yaitu SIMARMAS HOKI dengan total penghimpunan sebesar Rp 13,17 miliar. Selain itu juga pembukaan kembali Tabungan SIMARMAS NEW SCOOPY dengan total penghimpunan sebesar Rp 8,3 miliar.
“Selain itu penghimpunan dana juga berasal dari Tabungan SIMARMAS 100 dengan total pencapaian penghimpunan dana sebesar Rp 5,6 miliar.
“Penghimpunan dana terbesar juga berasal dari Tabungan Berhadiah Simpati Extra dengan total pencapaian penghimpunan dana sebesar Rp 11,2 miliar pada Desember 2025,” ujar Izza.
Inovasi Layanan dan Digitalisasi
Untuk memperkuat kualitas layanan kepada masyarakat, Bank Jombang telah hadir di seluruh kecamatan di Kabupaten Jombang. Di sisi lain, perseroan terus meningkatkan layanan berbasis teknologi informasi, antara lain melalui ATM Cardless yang telah mengantongi izin regulator, sehingga nasabah dapat bertransaksi tanpa kartu secara aman dan praktis.
Transformasi digital juga diperkuat dengan peluncuran my Bank Jombang, mobile banking resmi PT BPR Bank Jombang Perseroda yang memungkinkan nasabah melakukan berbagai transaksi keuangan langsung dari smartphone.
Bank Jombang juga sudah bisa melakukan Pengajuan Kredit Online, Buka Rekening Online, Jombang Kita Pay, QRIS Bank Jombang, E-Deposito (Deposito Digital).
Selain itu, Bank Jombang menghadirkan WA Mas BJo, layanan perbankan berbasis WhatsApp yang memudahkan nasabah melakukan pengecekan saldo, mutasi tabungan, informasi kredit, hingga lokasi kantor dan produk Bank Jombang secara real time.
Tak hanya itu, Bank Jombang juga mendukung digitalisasi transaksi desa melalui Siskeudes Non Tunai Desa. Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat terkait transaksi keuangan desa.
Untuk internal perusahaan, Bank Jombang mengimplementasikan aplikasi LOS (Loan Origination System) untuk analisis kredit digital, SIBERKAH (Sistem Informasi Berkas & Agunan) untuk pengelolaan agunan, SIPAS untuk administrasi surat, serta Memo Internal Online untuk proses diskresi kredit dan bunga.
Peningkatan kualitas layanan juga didorong melalui internal knowledge sharing, forum berbagi praktik terbaik antarcabang, khususnya dalam pelayanan dan pemasaran.
Bank Jombang juga menerapkan konsep SDM marketing multifungsi, di mana pegawai tidak hanya berperan sebagai petugas layanan, tetapi juga dibekali kemampuan pemasaran dan cross selling produk saat berinteraksi dengan nasabah.
Inovasi layanan tersebut sekaligus mendukung peran Bank Jombang dalam penyaluran program pemerintah, salah satunya melalui distribusi Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat lewat Tabungan SIWBANGTIS (Simpanan Warga Jombang Otomatis).
Hingga 2025, Bank Jombang masih dipercaya dan ditunjuk oleh pemerintah daerah untuk menyalurkan beberapa bantuan sosial seperti BLT dari Dana Desa, BLT Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dari Dinas Sosial, serta insentif Guru TPQ.
Tata Kelola dan Penguatan SDM
Di bidang tata kelola dan SDM, Bank Jombang menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten, didukung sistem KPI, reward and punishment, serta digitalisasi administrasi SDM melalui aplikasi SIBEGAWAN.
Berdasar penilaian, skor GCG Bank Jombang tahun 2025 peringkat komposit 2 dengan predikat Baik.
Salah satu inovasi unggulan di bidang SDM adalah Bank Jombang University, program pelatihan digital gratis bagi pelajar yang melibatkan pegawai sebagai mentor. Program ini tidak hanya meningkatkan literasi digital masyarakat, tetapi juga memperkuat citra bank dan penghimpunan dana pihak ketiga.
Kontribusi PAD dan Pembangunan Daerah
Sebagai BUMD, Bank Jombang aktif berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah melalui penyaluran kredit UMKM, pembiayaan infrastruktur desa, program KUR daerah, hingga kredit SPPG untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis yang berlanjut di tahun 2026.
Bank Jombang juga mengimplementasikan program keuangan berkelanjutan melalui efisiensi energi dan kertas hingga 5 persen, pengurangan penggunaan plastik, penghijauan lingkungan kerja, serta program CSR berupa bantuan sosial, sunatan massal, beasiswa, dan dukungan pendidikan.
“Kontribusi kami terhadap daerah juga tercermin dari setoran PAD yang terus meningkat setiap tahun,” ungkap Izza.
Kontribusi Bank Jombang terhadap pendapatan asli daerah (PAD) menjadi bukti nyata keberlanjutan bisnis. Setoran PAD terus meningkat signifikan, dari Rp2,79 miliar pada 2020 menjadi Rp 8,34 miliar pada 2024.
“Setoran PAD yang terus naik menunjukkan Bank Jombang dikelola secara sehat dan memberikan manfaat fiskal langsung bagi daerah,” ujar Izza.
Atas kinerja dan inovasinya, Bank Jombang meraih berbagai penghargaan bergengsi sepanjang 2025, antara lain TOP BUMD Awards 2025 Bintang 5, TOP GRC Awards, TOP Digital Awards 2025 bintang 4, serta TOP Human Capital Awards 2025 bintang 3. Tahun ini, Bank Jombang juga menjadi salah satu kandidat peraih TOP BUMD Awards 2026.
