Jakarta, TopBusiness – Perumda Air Minum (Perumdam) Tirta Tanadoang, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, kembali menegaskan komitmennya dalam melakukan transformasi layanan dan tata kelola perusahaan. Atas berbagai upaya pembenahan tersebut, Perumdam Tirta Tanadoang terpilih sebagai nominator TOP BUMD Awards 2026.
BUMD air minum ini mengusung visi “Terwujudnya layanan air minum yang modern, andal, transparan, dan berakar pada nilai Tanadoang untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh masyarakat Kepulauan Selayar.” Perumdam Tirta Tanadoang mengikuti sesi presentasi dalam Penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar Kamis (5/2/2026).
Hadir dalam sesi penjurian tersebut Direktur Utama Perumdam Tirta Tanadoang Darmawang, Kepala Bagian Teknik Operasional Andi Wahid Putra, serta Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan Harpin.
Dalam pemaparannya, Darmawang menjelaskan bahwa saat pertama kali memimpin perusahaan, Perumdam Tirta Tanadoang menghadapi berbagai persoalan mendasar. Kondisi kesehatan perusahaan masih tergolong kurang sehat, tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) berada pada level tinggi, sistem pelayanan masih dilakukan secara manual, serta pendapatan perusahaan belum mampu menutup biaya operasional.
Digitalisasi Jadi Motor Transformasi
Merespons kondisi tersebut, manajemen menetapkan digitalisasi sebagai instrumen utama transformasi perusahaan, tanpa mengesampingkan kewajiban pelayanan kepada masyarakat.
“Transformasi digital kami lakukan melalui penerapan berbagai inovasi layanan, seperti aplikasi PDAM Pintar untuk pembayaran non-tunai, pembacaan meter air secara digital, serta sistem pengaduan pelanggan berbasis service level agreement (SLA),” ujar Darmawang.
Digitalisasi tidak hanya diterapkan pada sisi layanan pelanggan, tetapi juga menyentuh pengelolaan internal perusahaan. Perumdam Tirta Tanadoang menerapkan sistem absensi digital, pengukuran kinerja berbasis key performance indicator (KPI), serta membentuk tim lintas unit khusus untuk penanganan NRW.
Langkah tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, menekan kebocoran air, sekaligus memastikan proses layanan berjalan lebih terukur dan transparan. Di sisi lain, manajemen juga memperkuat standar operasional prosedur (SOP) serta menerapkan filosofi kepemimpinan berbasis pengukuran kinerja objektif, dengan tetap mengedepankan nilai lokal Tanadoang sebagai fondasi pelayanan publik yang humanis.
Program Terobosan untuk Perbaikan Kinerja
Selain digitalisasi, Perumdam Tirta Tanadoang juga meluncurkan sejumlah program terobosan guna memperbaiki kinerja dan tata kelola perusahaan. Program tersebut antara lain pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penurunan NRW, Satgas Penagihan Piutang, serta Satgas Penyelamatan Aset.
Satgas Penurunan NRW difokuskan pada penertiban sambungan ilegal, penggantian meter air yang rusak atau sudah tua, serta peningkatan air berekening. Program ini tidak hanya bertujuan menekan kehilangan air, tetapi juga mendorong keadilan layanan bagi pelanggan.
Sementara itu, Satgas Penagihan Piutang menjalankan pendekatan persuasif dan bertahap kepada pelanggan, didukung segmentasi berbasis tingkat risiko. Upaya ini dilakukan untuk menurunkan tunggakan pelanggan sekaligus memperbaiki arus kas perusahaan.
Adapun Satgas Penyelamatan Aset bertugas melakukan pendataan ulang dan identifikasi aset yang terbengkalai. Aset-aset tersebut kemudian diperbaiki secara bertahap agar kembali produktif, sehingga dapat mengurangi kebutuhan investasi baru. Keseluruhan langkah ini menjadi bagian dari penguatan tata kelola perusahaan yang menekankan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pemanfaatan sumber daya.
Kinerja Keuangan Berangsur Membaik
Serangkaian inovasi, transformasi kepemimpinan, dan program terobosan tersebut mulai menunjukkan hasil positif terhadap kinerja perusahaan. Meskipun realisasi pendapatan belum sepenuhnya mencapai target, secara nominal kinerja keuangan Perumdam Tirta Tanadoang terus menunjukkan perbaikan.
Pada tahun 2024, target pendapatan ditetapkan sebesar Rp4,98 miliar dengan realisasi Rp3,91 miliar atau sekitar 78,4 persen dari target. Sementara pada tahun 2025, target pendapatan meningkat menjadi Rp5,02 miliar dengan realisasi Rp3,93 miliar atau sekitar 78,3 persen dari target.
Secara keseluruhan, kebijakan manajemen dinilai telah memberikan dampak nyata terhadap perbaikan tata kelola, peningkatan kinerja keuangan secara bertahap, serta penguatan fondasi perusahaan menuju BUMD air minum yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Proses transformasi masih terus berjalan, namun kepemimpinan perusahaan dinilai mampu mengambil keputusan strategis secara berani dan terukur.
Kontribusi Nyata bagi Daerah
Selain memperbaiki kinerja internal, transformasi yang dilakukan Perumdam Tirta Tanadoang juga menghadirkan kontribusi nyata bagi daerah. Perusahaan berhasil menjaga stabilitas layanan air minum bagi masyarakat Kepulauan Selayar, sekaligus mendukung penerimaan daerah melalui kewajiban pembayaran Pajak Air Permukaan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Perumdam Tirta Tanadoang menunjukkan upaya konsisten dalam menyeimbangkan fungsi pelayanan publik dengan keberlanjutan finansial perusahaan, sejalan dengan peran strategis BUMD dalam mendukung pembangunan daerah.
